Makin Rumit Makin Seru

Hobi Merakit Gunpla

413
LATIH KESABARAN : Salah seorang builder Gunpla, Desiana MP asik mengotak-atik bagian demi bagian untuk dirakit. (Dokumen pribadi)
LATIH KESABARAN : Salah seorang builder Gunpla, Desiana MP asik mengotak-atik bagian demi bagian untuk dirakit. (Dokumen pribadi)

RADARSEMARANG.COM – Hobi merakit Gundam Plastic Model Kit (Gunpla) belakangan kian digemari oleh berbagai kalangan. Detail proses perakitan menjadi daya tarik.

Salah seorang builder Gunpla, Desiana MP tampak asik mengotak-atik runner yang telah ia potong menggunakan modeler knife. Beberapa bagian berjajar di alas pemotong berwana hijau, menunggu giliran untuk dirakit. Sesekali ia menghaluskan bagian demi bagian dengan amplas gride, sehingga gundam rakitannya tampil lebih mulus. Setengah jam kemudian jadilah Gunpla berukuran kecil.

“Merakit gunpla memang ada tingkatannya. Mulai dari Super Deformed (SD) dengan jumlah runner 2-4. Jenis ini cocok untuk pemula yang ingin mencoba merakit, kemudian High Grade, Real Grade, Master Grade hingga Perfect Grade dengan ukuran yang lebih besar dan bagian-bagiannya lebih detail,” ujarnya saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG

Cewek yang akrab disapa Desi ini biasanya membutuhkan waktu setengah jam untuk merakit Gunpla dengan grade Super Deformed. Sedangkan Perfect Grade membutuhkan waktu yang lebih lama, antara 5-6 jam.

Menurutnya, disitulah keseruannya. Semakin tinggi grade-nya, semakin bertambah pula tingkat kerumitan. Semakin tertantanglah ia untuk menyelesaikan rakitan yang biasanya dilakukan selepas pulang kerja.

Bikin penasaran banget. Selain itu juga melatih kesabaran. Setelah jadi ada rasa puas karena bisa menyelesaikan. Tapi kalau untuk saya, sebetulnya paling asik saat proses perakitannya,” ujar cewek yang sehari-hari aktif sebagai salah seorang karyawan hotel di Semarang ini.

Desi awalnya sekedar senang mengoleksi miniatur gundam. Baru setahun belakangan ini, hobinya merembet pada merakit model kit plastik yang berbasis seri anime Gundam ini.

“Ketularan adik saya sebetulnya. Dari memperhatikan, ikutan mencoba. Sampai akhirnya ketagihan dan menyediakan budget khusus per bulan untuk membeli Gunpla. Saat ini untuk koleksi ada sekitar 50,” ungkapnya.

Senada dengan Desi, Kurniawan juga mengaku penasaran apabila belum dapat menyelesaikan rakitan Gunpla. “Saking penasarannya, kadang dari tengah malam saat anak dan istri sudah tidur saya utak-atik sendiri sampai menjelang pagi,” ujarnya.

Para builder Gunpla ini seringkali lebih mengasah kreativitas mereka dengan memodifikasi model kit robot. Mulai dari mengecat, menambah lighting untuk kesan yang lebih nyata saat difoto, hingga membuat diorama. (dna/ric)