33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Makin Rumit Makin Seru

Hobi Merakit Gunpla

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Hobi merakit Gundam Plastic Model Kit (Gunpla) belakangan kian digemari oleh berbagai kalangan. Detail proses perakitan menjadi daya tarik.
Salah seorang builder Gunpla, Desiana MP tampak asik mengotak-atik runner yang telah ia potong menggunakan modeler knife. Beberapa bagian berjajar di alas pemotong berwana hijau, menunggu giliran untuk dirakit. Sesekali ia menghaluskan bagian demi bagian dengan amplas gride, sehingga gundam rakitannya tampil lebih mulus. Setengah jam kemudian jadilah Gunpla berukuran kecil.
“Merakit gunpla memang ada tingkatannya. Mulai dari Super Deformed (SD) dengan jumlah runner 2-4. Jenis ini cocok untuk pemula yang ingin mencoba merakit, kemudian High Grade, Real Grade, Master Grade hingga Perfect Grade dengan ukuran yang lebih besar dan bagian-bagiannya lebih detail,” ujarnya saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.

NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG

Cewek yang akrab disapa Desi ini biasanya membutuhkan waktu setengah jam untuk merakit Gunpla dengan grade Super Deformed. Sedangkan Perfect Grade membutuhkan waktu yang lebih lama, antara 5-6 jam.
Menurutnya, disitulah keseruannya. Semakin tinggi grade-nya, semakin bertambah pula tingkat kerumitan. Semakin tertantanglah ia untuk menyelesaikan rakitan yang biasanya dilakukan selepas pulang kerja.
Bikin penasaran banget. Selain itu juga melatih kesabaran. Setelah jadi ada rasa puas karena bisa menyelesaikan. Tapi kalau untuk saya, sebetulnya paling asik saat proses perakitannya,” ujar cewek yang sehari-hari aktif sebagai salah seorang karyawan hotel di Semarang ini.
Desi awalnya sekedar senang mengoleksi miniatur gundam. Baru setahun belakangan ini, hobinya merembet pada merakit model kit plastik yang berbasis seri anime Gundam ini.
“Ketularan adik saya sebetulnya. Dari memperhatikan, ikutan mencoba. Sampai akhirnya ketagihan dan menyediakan budget khusus per bulan untuk membeli Gunpla. Saat ini untuk koleksi ada sekitar 50,” ungkapnya.
Senada dengan Desi, Kurniawan juga mengaku penasaran apabila belum dapat menyelesaikan rakitan Gunpla. “Saking penasarannya, kadang dari tengah malam saat anak dan istri sudah tidur saya utak-atik sendiri sampai menjelang pagi,” ujarnya.
Para builder Gunpla ini seringkali lebih mengasah kreativitas mereka dengan memodifikasi model kit robot. Mulai dari mengecat, menambah lighting untuk kesan yang lebih nyata saat difoto, hingga membuat diorama. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Longsor Lagi, Longsor lagi

MUNGKID—Curah hujan tinggi mengancam bencana longsor di wilayah Kabupaten Magelang. Usai menutup Jalan Magelang-Boyolali, kini jalan antar-desa di Kecamatan Kaliangkrik, juga terdampak bencana serupa....

500 Rumah Terendam, Gagal Panen 160 Ha

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Banjir yang melanda Kecamatan Sayung telah merendam 500 rumah warga di Desa Sayung dan Kalisari. Ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 100...

Sekolah Aktif Mendorong Siswa Tekuni Bulutangkis

MAGELANG-Muncul dua jawara baru Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI se-Kota Magelang 2017. Yaitu SD IT Ikhsanul Fikri sebagai juara pertama putra, dan...

Hendi dapat Surprise dari Radar Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapat surprise dari manajemen Jawa Pos Radar Semarang di sela perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-471 Kota...

Tawarkan Produk Lokal

PEKALONGAN-Dalam rangka menyambut Lebaran 2017, Hotel Horison Pekalongan menggelar pasar kaget atau pasar tiban (Parti) bertajuk Partison (Pasar Tiban Horison) sejak Senin (19/6) lalu....