33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Lurukan Mitos Negatif Pasar Modal

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – Literasi masyarakat Jawa Tengah akan pasar modal harus diakui masih sangat minim. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Fanny Rifqi El Fuad selaku Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang. Dia giat menyosialisasikan industri ini pada masyarakat hingga ke pelosok.
“Masyarakat sebetulnya bukan enggan untuk berinvestasi di pasar modal, tapi masalahnya mereka kurang atau justru mendapatkan informasi yang salah mengenai pasar modal,” ujarnya saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang, baru-baru ini.
Beberapa mitos negatif yang kerap menjadikan orang enggan mengenal industri ini diantaranya, pasar modal mirip judi, membutuhkan uang banyak untuk masuk sebagai investor di pasar modal, dan seorang investor harus mencurahkan waktu seharian untuk mengamati pergerakan saham.
“Hal ini menjadi suatu tantangan bagi saya, bagaimana mengklarifikasi sekaligus memberikan pemahaman yang berbeda, khususnya mengenai mitos-mitos yang salah tadi,” ujarnya.
Oleh karena itu, dalam tiap kesempatan mengedukasi masyarakat, baik yang berpendidikan tinggi maupun sedang, remaja, ibu rumah tangga, karyawan hingga pensiunan, Fanny menggunakan pemilihan kata-kata dan kalimat sederhana yang mudah dipahami dan cepat dicerna. Termasuk juga penggunaan analogi sehari-hari yang cukup umum di masyarakat.
“Beberapa peserta yang pernah belajar pasar modal mengalami kesulitan karena mereka mendapatkan informasi pasar modal dengan bahasa yang cukup rumit. Karena itu saya sesekali pakai analogi,” katanya. Misalnya reksadana laiknya pergi naik bus, pasar modal laiknya sebuah mal atau pasar tradisional. Dengan begitu orang akan lebih mudah memahami pasar modal.
Ya, menurutnya, berbicara pasar modal sama dengan berbicara sesuatu yang universal. Semua orang berhak untuk sejahtera. Semua orang ingin nilai uangnya tidak tergerus inflasi dan beberapa hal dalam kaitannya dengan pasar modal.
“Dengan demikian masyarakat menjadi paham, bahwa produk-produk di dalam pasar modal merupakan investasi yang legal dan memberikan return yang cukup maksimal. Meskipun ada risiko, namun bisa diminimalkan,” ujar alumnus Magister of Science Universitas Gajahmada ini.
Hasilnya, tak sedikit para peserta Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar rutin di BEI Kantor Perwakilan Kota Semarang, kantor perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, kuliah pasar modal di kampus-kampus maupun lainnya mengaku tertarik untuk berinvestasi di pasar modal. “Setelah ikut SPM, kebanyakan pada bilang, kenapa nggak dari dulu ikutan,” ujarnya.
Tantangan lain dalam mengembangkan industri pasar modal di Jawa Tengah adalah masih minimnya perusahaan terbuka yang asli daerah tersebut. Sejauh ini, baru terdapat lima perusahaan yang sudah terdaftar di bursa efek.
“Kebanyakan perusahaan di Semarang dan Jateng adalah perusahaan keluarga dengan karakteristik tertutup. Padahal, kalau perusahaan ingin mendapatkan permodalan di pasar modal mereka harus terbuka,” ujarnya.
Sehingga, pemberian pemahaman yang tepat terkait manfaat go public bagi para pemilik perusahaan keluarga ini menjadi sangat penting. Bahwa dengan go public, bukan berarti para pemilik perusahaan ini kehilangan kewenangan. Tapi mereka hanya berbagai sebagian kecil dari kepemilikannya, yaitu sekitar 15-25 persen.
Selain itu, lanjutnya, perusahan yang masuk ke pasar modal tidak hanya mengejar sisi finansial. Tapi jauh dibalik itu bagaimana perusahaan keluarga yang go public diupayakan untuk terus langgeng dan berkembang. Jangan sampai ketika tampuk pimpinan dari founding father beralih ke penerus berikutnya, perusahaan semakin lemah dan menurun.
“Ada banyak perusahaan yang akhirnya gulung tikar karena sengketa dalam keluarga, dan adapula perusahaan keluarga yang memilih go public kemudian bertambah besar,” ujarnya. (nurul pratidina/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Pemudik Dihibur Api Unggun dan Pertunjukan Musik

Rest area di tanjakan Gombel, Banyumanik, Semarang ini berbeda. Sebab, tempat istirahat bagi para pemudik ini berupa sejumlah tenda dome layaknya perkemahan pecinta alam....

Bambang dan Irawan Sudah Ajukan cuti

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan Wakil Bupati Irawan Prasetyadi bersiap menghadapi perhelatan Pemilihan Bupati (Pilbup) Temanggung 2018. Keduanya sudah menyampaikan surat...

Angkatan 50 Nurussalam Diwisuda

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bertempat di Balai Desa Tersono, 162 siswa Angkatan ke-50 Tahun Pelajaran 2017/2018 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurussalam Kecamatan Tersono Kabupaten Batang diwisuda,...

Gerakan Inversi Tumbuhkan Keberanian

RADARSEMARANG.COM - Beberapa tahun terakhir yoga berkembang cukup pesat di Indonesia. Tak ketinggalan juga di Semarang. Swing yoga menjadi salah satu jenis yang belakangan...

Dua Mahasiswi Digendam

SEMARANG - Dua mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Semarang diduga menjadi korban pencurian dengan modus hipnotis atau gendam. Akibatnya, korban mengalami kerugian...

Bentuk Pribadi Tangguh

TEMANGGUNG- Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Temanggung menggelar Pesta Siaga 2017 tingkat SD/MI di kompleks SMP Negeri 6 Kabupaten Temanggung, akhir pekan lalu. Agenda...