Gencar Jemput Bola Pemilih Pemula

209
PELAYANAN: Dispendukcapil Grobogan melakukan rekaman e-KTP di salah satu sekolah belum lama ini. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)
PELAYANAN: Dispendukcapil Grobogan melakukan rekaman e-KTP di salah satu sekolah belum lama ini. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan terus jemput bola. Di antaranya melalui pelayanan reguler Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) dan kunjungan ke sekolah-sekolah.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moch Susilo menerangkan, telah bekerja sama dengan sekolah. Sudah ada 83 sekolah yang dikunjungi sejak November lalu.

Menurutnya, langkah ini untuk mempercepat rekaman bagi pemilih pemula yang 27 Juni ini genap berusia 17 tahun. Sebab, ada sekitar 52 ribu pemilih pemula.

“Kami terus berupaya menyisir warga yang sudah wajib rekam. Agar mereka tidak kehilangan hak pilih pada penyelenggaraan pemilihan gubernur (pilgub) tahun ini dan pemilihan presiden (pilpres) tahun depan,” ujar Moch Susilo kemarin.

Sedangkan, imbuhnya, di pemilihan presiden (pilpres) hingga Desember 2019 terdata ada 71 ribu warga yang belum rekam. ”Dispendukcapil terus mengejar kekurangan rekam. Dalam sehari kami ada 200 warga yang datang rekam melalui reguler dari 19 kecamatan maupun dinas. Belum ditambah hasil jemput bola di sekolah,” imbuhnya.

Meski Dispendukcapil terus mengejar kekurangan rekam itu, tinta cetak e-KTP terus menipis. Hanya tersisa empat buah tinta. Sisa tinta tersebut hanya dapat digunakan cetak untuk 800 keping. Meski tinta kritis, 11 alat cetak bisa digunakan setiap hari.

”Kami masih menunggu proses pengadaan, belum tahu keluarnya. Karena e-katalog belum tayang sehingga belum bisa pengadaan. Bahkan, DAK tak kunjung dikirim,” keluhnya. (int/ris)