Wilayah Selatan Butuh RTH Terpadu

363

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Wilayah Kabupaten Semarang bagian selatan diwacanakan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) terpadu. Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan hal itu guna memberikan pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Semarang.

“Titik awalnya yaitu di wilayah eks Kawedanan Tengaran,” ujar Mundjirin, Jumat (9/3). Gagasan tersebut, lanjutnya, bukan hal yang baru. Mengingat saat ini Pemkab Semarang tengah fokus kepada pemerataan pembangunan di setiap wilayahnya.

Ia mencontohkan seperti pembangunan di kawasan wisata Bandungan. Dimana, wilayah tersebut akan dirombak menjadi ikon Kabupaten Semarang. “Sudah pembebasan lahan kalau yang di Bandungan,” katanya.

Adapun pembangunan RTH terpadu yang dimaksud oleh Mundjirin yaitu adanya alun-alun di wilayah bagian selatan. Selama ini, wilayah Kabupaten Semarang bagian Selatan memang pembangunannya masih belum maksimal.“Wilayah eks Kawedanan Tengaran nantinya akan dilengkapi pusat kuliner yang bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat sekitar,” katanya.

Dikatakan pula, pembangunan RTH yang dipadukan dengan pusat kuliner juga sudah dilaksanakan di Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa. Tujuannya menyediakan tempat bagi warga untuk beraktifitas sekaligus menumbuhkan usaha ekonomi produktif warga. Selain itu juga bisa menjadi tempat wisata yang terjangkau segenap kalangan warga.

“Untuk pembangunan di kawasan wisata Bandungan terutama di lingkungan pasar. Sehingga diharapkan dapat lebih menarik dan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” ujarnya.

Terpisah, menurut Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono jika pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Semarang memang harus dilakukan. “Tak terkecuali di wilayah bagian Selatan,” ujar Sekda yang akrab disapa Soni tersebut.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan menjelaskan prosentase penyerapan dana APBD 2017 mencapai 92 persen. Dari total dana APBD 2017 senilai Rp 2,192 triliun mampu diserap untuk membiayai pembangunan senilai Rp 2,034 triliun.

Anggaran untuk belanja langsung tercatat Rp 953,874 miliar untuk membiayai 1.800 kegiatan termasuk lima pembangunan infrastruktur. Antara lain proyek pembangunan infrastruktur Plaza Bandarjo senilai Rp 13.953.225.000, rehabilitasi gedung kantor KPU Rp 2.782.437.000, pembangunan infrastruktur alun-alun Ambarawa Rp 3.632.609.000.

Juga pembangunan gedung ruang bersalin dan instalasi bedah sentral RSUD Ambarawa Rp 13.621.830.000 serta pembangunan Puskesmas Bergas dengan jumlah dana Rp 2.150.327.000.

“Pembangunan infrastruktur yang telah diselesaikan antara lain jalan, jembatan, peningkatan pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan serta pendukung pengembangan potensi ekonomi wilayah di bidang pariwisata, pertanian maupun industri,” ujar Soni. (ewb/bas)