Puskesmas di Kendal Kekurangan Dokter 

231

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Kendal masih banyak kekurangan dokter untuk ditempatkan dan bertugas di Puskesmas. Yakni dari kebutuhan untuk 30 Puskemas di Kendal minimal sebanyak 90 dokter. Namun saat ini baru tercatat 55 dokter saja. Sehingga masih ada kekurangan 35 dokter.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Arifani Saadah mengatkana jika di Kendal ini sekarang sudah ada 20 Puskesmas biasa dan 10 Puskesmas dengan fasilitas rawat inap (opname). “Idealnya untuk Puskemas biasa satu puskesmas biasa minimal dua dokter,” katanya, kemarin.

Sedangkan di Puskesmas rawat inap minimal ada lima dokter. Sebab untuk Puskesmas rawat inap dibutuhkan untuk bergantian shift kerja. Sehingga dokter selalu ada setiap saat. “Kekurangan ini karena sejak adanya moratorium pegawai negeri, hingga kini belum ada lagi pengangkatan dokter yang berstatus pegawai negeri,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kendal, Sri Mulyani mengatakan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)  di Kendal masih jauh tertinggal dari 12 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Ketertinggalan ini karena pada kegiatan PIS-PK, Kendal hanya mendapat dua Puskesmas Lokus.

Sedangkan di 2017 lalu hanya mendapat 13 Puskesmas Lokus dari 30  Puskesmas yang ada di Kendal saat itu. Di sisi lain, tenaga Puskesmas masih tercurah dan terfokus pada persiapan kegiatan akreditasi Puskesmas. “Target Nasional tahun 2019 untuk Program Indonesia Sehat bisa tercapai,” katanya.

Dikatakan, agar pelaksanaan PIS-PK Kendal dapat mencapai target total coverage pada 2019,  mendatang, maka Dinkes merekrut 115 Tenaga Penunjuang Kesehatan. Tenaga tersebut terbagi merata 3-4 orang di setiap Puskesmas yang dikontrak selama 11 bulan. Yakni mulai Februari-Desember 2018 dan akan diperpanjang bila masih diperlukan.

“Target total coverage yaitu 100 persen kunjungan rumah, 100 persen intervensi awal dan 100 persen intervensi lanjut melakukan upaya akselerasi atau percepatan pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.

Pihakya juga akan menggencarkan sosialisasi kepada para pelaksana di Puskesmas. Pelaksanaan PIS-PK dilakukan dengan kunjungan rumah atau Silaturahmi Sehat. Petugas akan mendata tiap-tiap rumah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum.

Jika ditemukan ada anggota keluarga yang perlu penanganan, misalnya menderita penyakit stroke, jantung atau penyakit lainnya, maka petugas akan melakukan pendampingan dalam pengobatannya.  (bud/bas)

Silakan beri komentar.