Polres Ajak Pegiat Medsos Perangi Hoax

349
DEKLARASI: Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo didampingi Kabagops Kompol Sutomo dan para admin pegiat media sosial deklarasi bersama anti hoax, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI: Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo didampingi Kabagops Kompol Sutomo dan para admin pegiat media sosial deklarasi bersama anti hoax, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Makin masifnya berita bohong atau hoax yang berseliweran di media sosial (Medsos) membuat Polres Demak melakukan langkah langkah antisipatif. Diantaranya mengajak para admin pegiat sosial untuk melakukan deklarasi bersama anti hoax.

Deklarasi tersebut menandai kesepahaman yang sama untuk ikut memerangi berita hoax yang ada di masyarakat. Pegiat medsos yang ikut deklarasi antara lain perwakilan dari Grup Warga Demak (WD), Grup Info Seputar Demak (ISD), serta grup lainnya yang turut mewarnai geliat informasi di medsos.

Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, gerakan deklarasi anti hoax diharapkan dapat menangkal berita bohong yang terus membombardir melalui sarana medsos. “Bayangkan,  para pembuat berita hoax itu dengan mudah menyebarkan kebohongan melalui medsos. Satu paragraf saja, bisa berpotensi memecahbelah bangsa. Kita berharap, karena di Demak ini ada 14 Kecamatan maka setidaknya ada perwakilan 1 orang yang bisa memantau hoax di medsos tersebut,” katanya.

Salah seorang admin Grup ISD, Hasan mengatakan, gerakan anti hoax memang diperlukan untuk menjaga NKRI. “Kita berharap, ada pertemuan rutin untuk mengatasi masalah hoax ini. Sebagai admin, tentu kita akan menyaring berita hoax ini sehingga tidak mudah dishare ke warga pengguna medsos lainnya,” katanya.

Kabagops Kompol Sutomo menambahkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan berita berita di medsos yang rawan memecahbelah bangsa. “Kita sudah ada tim khusus cyber untuk memantau medsos setiap saat,” ujarnya.  (hib/bas)