Nyadran Perkuat Kerukunan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Banyak cara dilakukan untuk memperkuat kerukunan beragama. Salah satunya dilakukan oleh masyarakat Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, dengan menggelar nyadran ke makam leluhur desa. Nyadran diikuti ribuan warga dari 6 dusun di Desa Kemiri, Jumat (9/3) pagi kemarin.
Menenteng tenong berisi nasi tumpeng, ingkung, lauk pauk, serta aneka jajan pasar, ribuan warga bebondong-bondong menuju makam leluhur desa: Kiai Salam dan Kiai Megolamat. Di lokasi makam, warga berdoa bersama, membaca tahlil, dengan dipimpin ulama setempat.
Setelah berkirim doa ke leluhur di makam, peserta nyadran berjalan menuju jalan desa yang jaraknya sekitar 300 meter dari makam. Nah, di sepanjang jalan desa, mereka makan bersama dan saling berbagai makanan yang mereka bawa. Nyadran tidak hanya diikuti warga muslim, melainkan lintas agama.
Kades Kemiri, Sugeng Rahadi menuturkan, tradisi sadranan sudah berlangsung sejak 50 tahun silam. “Kegiatan ini untuk mengenang perjuangan kedua tokoh tersebut (Kyai Salam dan Kyai Megolamat),” ucap Sugeng.
Sugeng mengklaim, kegiatan tersebut diikuti sekitar 4000 warga. Mereka datang dari Dusun Kebondalem, Kemiri, Sidran, Bogoran, Janggungan dan Dusun Dakaran. Mereka juga dari berbagai agama, Islam, Budha, dan Kristen. “Kita jagong bareng, makan bareng tanpa ada sekat. Saya berharap, dengan kegiatan ini kebersamaan dan kerukunan umat beragama tetap terjalin harmonis.”
Ketua Panitia Nyadran, Eli Suryanto menuturkan, kegiatan nyadran rutin digelar tiap Jumat Pon pada Jumadil Akhir. Selain untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama, juga untuk nguri-uri budaya. (san/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -