Lima PPS Pileg Mundur

442
DILANTIK: 81 Petugas yang terdiri dari 12 PPK dan 69 PPS resmi dilantik. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILANTIK: 81 Petugas yang terdiri dari 12 PPK dan 69 PPS resmi dilantik. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – KPU kota Salatiga melantik 12 petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 69 Panitia Pemungutan Suara (PPS), kemarin pagi. Sebanyak 81 petugas ini merupakan panitia pemilu Kota Salatiga Tahun 2019.

Komposisi PPK pada pemilu tahun 2019 terdiri dari 3 orang di tiap Kecamatan dan PPS juga hanya 3 orang per kelurahan. Proses pengangkatan dilakukan dengan metode evaluasi PPS yang dilakukan oleh sesama PPS dan sekretariat serta PPK. Sedangkan PPK dipilih oleh sesama PPK dan sekretariat serta komisioner KPU. “Hasilnya, ada 2 PPS di 2 kelurahan yang tidak memenuhi syarat karena periodesasi dan lima PPS mengundurkan diri dari PPS Pileg 2019,” jelas Syaemuri, komisioner KPU.

Periodesasi yang dimaksudkan adalah PPK dan PPS tidak boleh menjabat dua periode berturut turut. Periodisasi yakni I pada tahun 2004-2008, periode II 2009 – 2013, periode III 2014 – 2018.

Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Muh Haris mengharapkan PPK dan PPS untuk Pemilihan Umum Tahun 2019 untuk menjaga komitmen imparsial atau menjaga netralitas. “PPK dan PPS merupakan orang yang sangat paham dengan aturan pemilu. Komitmen untuk imparsial atau menjaga netralitas dari para petugas ini sangatlah krusial untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, jujur dan adil,” kata Muh. Haris.

Ia menambahkan bahwa untuk mencapai hal tersebut, diperlukan komitmen dari semua pihak. “Mari kita bersama-sama memberikan edukasi terhadap pemilih pemula yang menacapai 30 persen. Jangan sampai ada prinsip NPWP atau nomer piro wani piro,” harap Muh. Haris.

Ketua KPU Kota Salatiga Putnawati menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Salatiga untuk memetakan potensi permasalahan. “Pemilu merupakan barometer demokrasi. Pemilu adalah sarana untuk melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik. Karenanya diperlukan konsensus bersama untuk mewujudkan hal tersebut. KPU akan selalu berkoordinasi dengan Pemkot serta pihak lain untuk bersama-sama memetakan potensi permasalahan atau hambatan yang mungkin timbul,” urai Putnawati.

Selain pelantikan tersebut, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh PPK dan PPS terlantik. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Forkopimda Kota Salatiga, Kepala OPD terkait, Panwas Kota Salatiga dan Lurah se-Kota Salatiga. (sas/bas)