Kenalkan Program Satu Guru Satu Buku

341
BUDAYA LITERASI: Waka Kesiswaan SMAN 1 Demak Setyo Nugroho MPd bersama Kepala Dinas Pendidikan Demak Anjar Gunadi mengisi seminar literasi, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUDAYA LITERASI: Waka Kesiswaan SMAN 1 Demak Setyo Nugroho MPd bersama Kepala Dinas Pendidikan Demak Anjar Gunadi mengisi seminar literasi, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Gerakan literasi membaca dan menulis buku atau karya ilmiah terus digencarkan disekolah sekolah. SMAN 1 Demak misalnya, untuk mengembangkan literasi sekolah, maka  pihak sekolah tersebut telah mengenalkan program Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) dan Satu Bulan Satu Buku (Sabu Sabu).

Melalui program itu, maka tidak hanya siswa saja yang menjadi sasaran untuk pengembangan literasi, namun para guru pun ikut andil secara langsung dalam meningkatkan budaya literasi. Kepala SMAN 1 Demak, Suntono MPd melalui Waka Kesiswaan Setyo Nugroho mengatakan, kegiatan literasi yang dikembangkan di SMAN 1 Demak  tersebut memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan minat baca siswa dan guru.

Apalagi, kini SMAN 1 Demak mewakili dalam kompetisi lomba literasi se-Jateng. Karena itu, kemampuan siswa maupun guru dalam berliterasi terus ditingkatkan. “Dengan adanya program Sagu Sabu dan Sabu Sabu  serta adanya silang layan perpustakaan, maka akan memberikan dampak yang baik terhadap upaya penajaman dan pemberdayaan literasi disekolah ini,” katanya disela seminar literasi di SMAN 1 Demak kemarin.

Setyo menambahkan, untuk pengembangan literasi ini, kegiatan pendukung seperti seminar dan layanan perpustakaan menjadi sarana yang baik dalam menanamkan budaya literasi disekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Demak, Anjar Gunadi mengatakan, program yang dijalankan SMAN 1 Demak menjadi daya dukung kebijakan  Pemkab Demak dalam mewujudkan Demak sebagai Kabupaten Literasi. “Nah, kabupaten literasi ini tidak lahir begitu saja. Tapi, telah dinilai oleh pemerintah pusat, bahwa Demak layak menjadi kabupaten literasi,” kata Anjar.

Menurutnya, sarana pendukung seperti adanya sudut baca, dan kegiatan lomba perpustakaan ikut mendorong dalam pengembangan  literasi disekolah. “Untuk program Sagu Sabu atau satu guru satu buku, maka setiap guru dapat menulis pengalamannya selama ini menjadi guru. Atau menulis perjalanan hidupnya dan lain lainnya. Ini tentu sangat menarik. Kita berharap, SMAN 1 Demak dapat menjadi juara dalam lomba literasi Jateng dan bisa maju tingkat nasional. Jangan kalah dengan Al Irsyad Gajah yang dulu pernah juara nasional,” katanya. (hib/sct/bas)

Silakan beri komentar.