GRAFIS : IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS : IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM – KARIR Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Windari Rochmawati, terancam tamat. Ini setelah wanita asal Klaten itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh Tim Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kota Semarang. Bahkan sejak kemarin, Windari dinonaktifkan dari jabatannya, dan posisinya  digantikan oleh Latif sebagai pelaksana harian (Plh). Sedangkan nasib Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, sementara ini masih aman, sekalipun ikut diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kota Semarang, Senin (5/3) lalu.

“Untuk Pak Sriyono masih aktif, statusnya sebagai kepala (BPN). Hanya saja, untuk Windari sudah ditunjuk Plh pada 7 Maret. Sekarang dijabat Pak Latif. Cuma memang belum kami pecat, semua tergantung proses sidang. Jadi, statusnya masih nonaktif,” kata Kepala Kantor Wilayah ATR atau BPN Provinsi Jateng, Heri Santoso, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (8/3).

Heri beralasan untuk Sriyono masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Inspektorat ATR/BPN. Ia menyatakan, kantor BPN Kota Semarang tetap beroperasi seperti biasa untuk memberikan pelayanan secara maksimal. Pihaknya mengaku sudah melakukan beberapa langkah agar tetap maksimal, di antaranya melakukan identifikasi tunggakan-tunggakan permohonan dokumen pertanahan, sehingga tetap bisa diproses secara cepat. “Yang masih bersengketa akan dikembalikan ke pemohon kalau memang tidak bisa diproses, yang butuh tambahan data agar dilengkapi,”ujarnya.

Selain itu, lanjut Heri, pihaknya meminta untuk pemohon tetap di ruang front office dan tidak boleh ke back office, kecuali akan mengadakan diskusi dan keperluan khusus yang memang membutuhkan pimpinan. Hal ini untuk mencegah adanya kongkalikong, transaksi suap, dan sebagainya.  “Kalau ada keperluan khusus, jumlahnya juga tetap harus dibatasi. Selama ini sudah kami larang, tapi banyak pemohon melanggar, dan selalu diterima pegawai di ruang pejabat,”katanya.

Pantauan koran ini di Kantor ATR/BPN Kota Semarang di Jalan Ki Mangunsarkoro No 23 Semarang suasananya normal. Warga tetap dilayani seperti biasa. Namun demikian, bagian pengamanan kantor terlihat ekstra berjaga. Sedikitnya ada empat petugas keamanan berseragam safari hitam berjaga. Ada juga yang berjaga di luar kantor.

Kemarin, Kepala BPN Sriyono tidak berdinas. Koran ini ditemui Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian ATR/BPN Kota Semarang, Suryo Hadi Wisnu.

Wisnu menyampaikan, kalau perkara suap dan pungli yang menimpa pimpinannya terjadi mendekati masa pensiun Sriyono yang jatuh pada Mei mendatang. “Yang bersangkutan (Sriyono, Red) sekarang sedang dinas luar,” kata Wisnu.

Kasubag Tata Usaha (TU) BPN Kota Semarang, Suwarto, kepada sejumlah wartawan memastikan kantornya tetap beroperasi secara maksimal untuk memberikan pelayanan kepengurusan agraria warga. “Pelayanan BPN berjalan normal, tidak ada keluhan, berjalan sesuai ketentuan,”katanya. (jks/aro)