Undip Dapat Hibah Tanah di Batang

395
SERAHKAN SK- Bupati Batang Wihaji saat menyerahkan SK hibah tanah kepada Rektor Undip Yos Johan Utama untuk pembangunan Fakultas Peternakan dan Pertanian di Desa Tumbrep Kecamamatan Bandar,  Kamis (8/3). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SERAHKAN SK- Bupati Batang Wihaji saat menyerahkan SK hibah tanah kepada Rektor Undip Yos Johan Utama untuk pembangunan Fakultas Peternakan dan Pertanian di Desa Tumbrep Kecamamatan Bandar,  Kamis (8/3). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG  –  Universitas Diponegoro Semarang resmi mendapatkan hibah tanah seluas 9,5 ha dari Pemerintah Kabupaten Batang, untuk membangun untuk teaching factory (suatu pembelajaran yang berorientasi bisnis dan produksi) Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip  gedung laboratoriom peternakan dan pertanian.

“Hari ini kita serahkan SK hibah tanah. Hal ini memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Batang dengan berdirinya Undip yang tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Batang,” kata Bupati Batang Wihaji, di Desa Tumbrep Bandar Batang, Kamis (8/3).

Dijelaskan bupati, penyerahan SK hibah tanah melalui proses yang panjang dan sudah sesuai tahapan dan prosedur yang berlaku. Hal ini tidak lepas dari sinergitas dan kerja sama dengan DPRD yang mempunyai semangat yang sama dalam meningkatkan pendidikan.

Bupati  juga meminta Undip, agar menampung mahasiswa asal Batang yang punya prestasi tetapi tidak mampu dalam pembiyaan. “Ini momentum yang luar biasa dan merupakan bagian sejarah keinginan masyarakat Batang yang ingin ada perguruan tinggi di Batang. Dalam proses pembangunan selanjutnya akan dipinjami gedung untuk perkuliahaan sementara di Batang,”ungkap Wihaji.

Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH, M.Hum menambahkan dengan diterimanya hibah tanah ini, pihaknya menegaskan pada tahun pendidikan baru tahun 2018, sudah akan mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru di Batang.

“Penerimaan mahasiswa berlangsung di Batang dan jika Pemkab bisa meminjami gedung untuk perkuliahan maka perkuliahaan bisa dilaksankan juga di kota Batang dulu. Tidak hanya program studi Fakultas Peternakan dan Pertanian saja tetapi juga ada Hukum, Fisip, dan Ekonomi,” kata Yos Johan Utama lagi.

Berdirinya Undip di Batang, memang dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan pendidikan ke masyarakat. Apalagi nanti juga akan diberikan subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu yang ingin kuliah di Undip.

“Kami persilakan Ikatan Alumni Undip Batang  yang sudah S2 untuk menjadi dosen  selain kita juga menyiapkan dosen yang berkompeten yang akan mengisi Fakultas Pertanian dan Peternakan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga membebaskan biaya perkuliahan mahasiswa sampai dengan 0 persen bagi mahasiswa miskin yang pintar, serta memberikan subsidi bagai mahasiwa yang berprestasi di bidang olah raga.

“ Kita juga memberikan beasiswa bagai mahasiswa yang hafidz Quran 20 jus dan juga bagi nonmuslim yang berprestasi di bidang agamanya,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Undip Budistiyono mengatakan segera akan dibangun gedung Fakultas Peternakan dan Pertanianan yang pada termin pertama digelontorkan Rp 2 miliar.

“Kita sudah persiapkan anggaran pembangunan Undip di Batang yang mencapai Rp 39 miliar,” paparnya. (han/lis)