SMPN 2 Pabelan Ajukan Protes

674

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pihak SMPN 2 Pabelan merasa dirugikan saat menjadi peserta dalam turnamen sepakbola Gala Siswa Tingkat Kabupaten Semarang karena merasa dicurangi oleh pihak panitia.

Ketua Tim SMPN 2 Pabelan, Dastono mengungkapkan, kecurangan tersebut di endus pihak sekolah sejak di diskualifikasinya tim sekolah tersebut saat mendaftarkan salah satu siswanya masuk tim.“Pihak panitia alasannya sudah telat ketika saya mendaftarkan siswa saya tersebut ke dalam tim sekolah,” ujar Dastono yang juga guru mapel olahraga SMPN 2 Pabelan, Kamis (8/3).

Padahal, lanjutnya, kesalahan awalnya justru terletak di sistem pendaftaran peserta yang belum siap. Dimana sebelumnya, pendaftaran turnamen tersebut dilakukan melalui sistem online akhir Februari 2017 lalu. Namun sistem kemudian tidak bisa diakses oleh semua calon peserta turnamen.

Kesulitan mengakses tersebut juga dirasakan oleh calon peserta dari sekolah-sekolah yang lain. “Akhirnya pihak panitia membuka pendaftaran melalui cara manual. Kita ikuti juga,” ujarnya.

Adapun persyaratan pendaftaran secara manual yaitu dengan membawa surat keterangan dari sekolah. Dimana surat keterangan tersebut menjelaskan jika tim sepakbola di dalamnya diisi oleh siswa-siswa dari sekolah yang bersangkutan.

Saat mendaftar pihak sekolah harus mengikut sertakan data NIS (Nomer Induk Siswa). Sehingga data satu tim tersebut valid. “Itu semua sudah kita lakukan,” ujarnya.

Kemudian peserta atas nama Ananda Danur Rohman, siswa kelas 8 SMPN 2 Pabelan disusulkan di daftarkan supaya bisa masuk tim pada pertandingan kedua yang merebutkan posisi 8 besar, Rabu (7/3).

Namun pihak panitia menolak untuk menerima pendaftaran siswa tersebut dengan alasan data yang dicantumkan tidak valid. “Padahal sudah kita penuhi semua, alasan panitia administrasi kita tidak memenuhi lalu tim kita di diskualifikasi,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihak SMPN 2 Pabelan sudah melayangkan protes terhadap panitia namun tidak digubris. Dikatakannya, turnamen tersebut digelar oleh KONI Kabupaten Semarang. Hal yang sama juga diungkapkan oleh pelatih tim sepakbola SMPN 2 Pabelan, Fandi.

Dikatakan Fandi pada pertandingan kedua, saat memperebutkan posisi 8 besar, tim mereka didiskualifikasi oleh panitia. “Padahal kita sudah bertanding dan hasil seri, kita didiskualifikasi lantaran ada permasalahan administrasi,” ujar Fandi.

Pendiskualifikasian tersebut dilakukan seusai pertandingan memperebutkan posisi 8 besar tersebut selesai. Seharusnya, lanjut Fandi, hasil pertandingan yang seri harus dilakukan adu pinalti namun panitia bersikukuh langsung melakukan diskualifikasi. “Jadi kita dikalahkan oleh panitia,” ujarnya. (ewb/bas)