Sendirian di WC, Balita Terkubur Longsor

372

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Kecamatan Kepil  selama dua hari berturut-turut, menyebabkan longsor  di 5 titik di Desa Burat. Di  titik Dukuh Krajan, Desa Burat, longsor menimpa rumah milik Wasiman, 65, dan menimbulkan korban jiwa. Yakni, balita bernama Affifah Fitria Saki, 5 tahun, pada Rabu (7/3)  pukul 16.00. Saat kejadian, korban seorang diri buang air kecil di WC bersebelahan dengan dapur. Saat itulah, mendadak terjadi longsor. Korban sempat menjerit, memanggil-manggil nama ibunya.

Mendengar teriakan putrinya, si ibu lari ke belakang untuk menolong korban. Belum sempat menolong, longsor masih terus terjadi, susul-menyusul. Akibatnya, korban tertimbun longsor. Saat kejadian, ibu korban dan kakeknya sedang duduk di ruang depan. Sedangkan ayah korban,  Zaini Ismail, tengah merantau ke Jakarta.

Evakuasi korban berlangsung hingga 1 jam. Dibantu warga, empat  anggota Polsek Kepil, Ipda Saptono Wibowo,  Bripka Gigih Setyaji, Bripka Nurohman dan Bripda Rizky, berhasil mengevakuasi korban. Sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Purworejo, korban akhirnya meninggal dunia.

Lokasi longsor yang menimbulkan korban jiwa, berupa bahu jalan jalur provinsi di area Kepil – Purworejo sekitar  30 meter persegi. Bahu jalan tersebut dengan kemiringan sekitar 80 derajat,  dengan tinggi 15 meter, serta jarak dari rumah yang tertimpa longsoran 3 meter.

Kapolsek Kepil Iptu Muji Darmaji mengimbau  masyarakat mewaspadai permukimannya  saat turun hujan, karena Kepil merupakan daerah rawan longsor. Kamis (8/3) pukul 10.20 kemarin,  balita korban longsor dimakamkan di pemakaman umum Dukuh Krajan, Desa Burat. Keluarga korban menerima bantuan yang diberikan oleh   Bupati Eko Purnomo.

Selain musibah longsor, musibah kebakaran juga terjadi di  Dusun Tegalsari RT 04/09, Desa Kepencar, Kecamatan Kertek, pada Rabu (7/3) sore. Akibatnya, rumah milik Warno mengalami rusak berat di bagian atap.

Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabar menyampaikan, amukan si jago merah menggegerkan warga setempat sekitar pukul 17.00. Api diduga dari tungku ketika keluarga pemilik rumah memasak di tungku. Api berhasil padam setelah warga dibantu relawan, berusaha menjinakkan kobaran api selama 45 menit, dengan alat seadanya. Namun, api sudah membakar sebagian isi rumah dan meludeskan seluruh atap rumah.  “Mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi, karena rumah yang terbakar berada di gang sempit.” Tidak ada korban jiwa dan  luka dalan peristiwa tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta. (ali/isk)