Membumikan Karakter Melalui Pembiasaan Praktik di Bengkel Permesinan

199
Oleh : Nurwidayanto, S.Pd.
Oleh : Nurwidayanto, S.Pd.

RADARSEMARANG.COM – PENDIDIKAN karakter sungguh sangat penting. Karena  kepandaian bukanlah segala-galanya.  Siswa pandai yang tidak berkarakter, akan melahirkan generasi korup, generasi tidak jujur, generasi  berkinerja rendah, juga generasi yang memiliki banyak kelemahan.  Maka, pendidikan yang berkarakter, seharusnya dimulai dari keluarga terlebih dulu. Hanya saja, fenomena yang terjadi saat ini, sebagian masyarakat masih menganggap jika  anak sudah menempuh pendidikan formal di sekolah, maka orang tua merasa sudah lepas dari tanggungjawab mendidik anak.

Padahal, kebiasaan anak di sekolah, bisa diamati mulai dari ucapan sehari-hari, perbuatan, dan tingkah lakunya. Tingkah laku anak adalah wujud dari karakter yang terbentuk dari lingkungan keluarga. Di sinilah pentingnya peran orang tua memberi pendidikan yang baik sejak dari rumah. Dari rumah,  seharusnya pendidikan karakter diawali. Orang tua yang menyadari bahwa anak adalah amanah dari Yang Maha Kuasa, tentu akan melakukan hal-hal yang baik demi perkembangan anak.

Selain keluarga, lingkungan sekitar juga berperan penting dalam perkembangan anak didik. Lingkungan sekitar rumah, juga harus menjadi fokus perhatian orang tua. Teman bermain, teman bergaul, lingkungan, merupakan faktor yang saling terkait dalam membentuk kepribadian anak.  Tidak sedikit anak justru memperoleh kepribadian yang tidak baik dari lingkungan. Sebaliknya, banyak juga yang berkepribadian baik dari didikan lingkungan masyarakat yang baik.

Awal yang baik dari keluarga dan lingkungan, sangat mendukung perkembangan kepribadian anak. Ketika masuk lingkungan sekolah, anak sudah memiliki akhlak yang baik dari rumah dan lingkungan. Anak seperti itu akan lebih mudah dibentuk kepribadian/karakter anak sesuai harapan sekolah. Hanya saja, realita di lapangan menunjukkan, anak yang demikian persentasenya sangat kecil. Sebagian besar tidak sesuai harapan sekolah. Lebih-lebih, ketika kita mengamati sekolah-sekolah yang notabene sekolah pinggiran. Ini tentu saja membuat prihatin  para pendidiknya. Toh, prihatin saja tidak cukup. Sebagai pendidik, seharusnya guru memiliki kepekaan terhadap kondisi  yang demikian. Ini tugas mulia bagi seorang pendidik; mengantarkan anak memiliki kepribadian baik, berkarakter, dan tangguh menatap masa depan.

Beberapa hal untuk mewujudkan masa depan anak agar memiliki karakter yang baik dan tangguh, antara lain, membiasakan anak didik selalu melakukan hal-hal baik, dari sisi perkataan dan  tingkah laku,  selalu mengembangkan sikap positif, bertutur santun, jujur, ramah, dan bersemangat dalam meraih prestasi adalah bentuk-bentuk penanaman sifat dan sikap dalam rangka mewujudkan generasi masa depan berkarakter.

Di lingkungan SMK, sebagai salah satu jenjang pendidikan, seorang pendidik harus mampu menggunakan aktivitas pembelajaran untuk membentuk generasi  masa depan yang berkarakter. Contohnya, ketika guru praktik di bengkel permesinan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk pembentukan pribadi berkarakter. Di antaranya, ketika persiapan praktik, siswa diberi tanggungjawab untuk menyiapkan teman-temannya berbaris, memberikan tugas mempersiapkan alat  praktik dan mengembalikan usai kegiatan. Siswa diberi tanggung jawab untuk membersihkan peralatan dan mesin. Contoh lain, saat mengawali praktik, anak diberi penjelasan bahwa jika menghilangkan atau merusak alat, maka siswa tersebut harus memperbaiki atau mengganti.

Dilakukan pengecekan pekerjaan siswa, apakah benda kerja yang dinilaikan adalah punya sendiri atau milik temannya. Ketika mengerjakan pekerjaan di mesin, siswa yang sedang mengerjakan, juga harus dipantau; apakah mengerjakan benda kerjanya sendiri atau mengerjakan milik temannya. Demikian upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam pembelajaran praktik di bengkel. Selain upaya tersebut,seorang guru juga harus dengan tulus endidik siswa-siswinya. Secara spiritualitas, seorang guru juga musti mendoakan agar anak didiknya menjadi anak-anak yang baik, anak yang saleh-saleha,  mudah dididik dan diarahkan, serta  mampu meraih cita-cita yang mulia. (*/isk)

Guru SMK Negeri 1 Windusari, Kab. Magelang