Jalan Kintelan Longsor, Khawatir Terjadi Susulan

382
BUTUH PENANGANAN : Jalan Kintelan di RT 3 RW 3 Kelurahan Bendungan Kecamatan Gajahmungkur menggantung dan membahayakan warga sekitar. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUTUH PENANGANAN : Jalan Kintelan di RT 3 RW 3 Kelurahan Bendungan Kecamatan Gajahmungkur menggantung dan membahayakan warga sekitar. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Jalan Kintelan di RT 3 RW 3 Kelurahan Bendungan Kecamatan Gajahmungkur mengalami longsor setelah diguyur hujan deras. Akibatnya, aktivitas warga terganggu karena akses jalan tidak bisa dilalui. Atas kejadian ini, warga berharap adanya penanganan secepatnya lantaran kondisi jalan beraspal tersebut masih rawan longsor susulan.

Terlihat, material longsoran juga turun dan mengenai salah satu rumah warga yang berada di bawah jalan tersebut. Sebagai antisipasi sementara, warga memasang terpal untuk menahan sisa longsoran talud dan jalan aspal itu.

Menurut warga sekitar, Sriyono, 53, hujan deras pada Kamis (8/3) sekitar pukul 01.00 menyebabkan longsor. Kemudian pagi harinya, giliran jalan beraspal longsor. “Tengah malam, taludnya ambrol. Jalannya belum, masih menggantung. Tiba-tiba pagi hari, jalannya ikut longsor,” ungkapnya dilokasi kejadian, Kamis (8/3) kemarin.

Menurut Sriyono, pemasangan terpal hanya bersifat sementara sebagai antisipasi menghindari guyuran hujan yang datang sewaktu-waktu. Warga berharap, instansi terkait secepatnya mengambil tindakan agar tidak membahayakan warga sekitarnya. “Khawatir terjadi longsor susulan, apalagi kalau malam hari. Itu kan samping-sampingnya banyak rumah warga,” harapnya.

Terpisah, Kapolsek Gajahmungkur, AKP Rokhana Sulistyaningrum menjelaskan sisa jalan kini menggantung tanpa talud. Kondisi tersebut membuat jalan rawan longsor susulan. Saat ini, warga di wilayah tersebut akan berkonsolidasi dengan perangkat terkait terutama Dinas PU untuk tindakan penanganan. “Karena posisi, kondisi, situasi kontur tanah yang sangat riskan dan berpotensi mengalami longsoran susulan, sehingga harus dilakukan penanganan,” katanya.

Pihaknya juga telah menggelar apel bersama Polsek, Koramil, dan kecamatan untuk melakukan kerjabakti menyingkirkan material di lokasi tersebut. Menurutnya, tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian meteriil. “Kerugian kami perkirakan sekitar Rp 35 juta rupiah. Kalau dari hasil cek TKP, kami melihat tinggi talud yang longsor sekitar 2,5 meter dengan panjang 15 meter dan lebar 2,15 meter,” pungkasnya. (mha/ida)