Jadikan Keberlangsungan Madrasah-Pesantren

453
SOWAN : Cawagub Jateng Ida Fauziyah saat sowan ke KH Chalwani, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, kemarin. (istimewa)
SOWAN : Cawagub Jateng Ida Fauziyah saat sowan ke KH Chalwani, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, kemarin. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO –  Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah terus melakukan pendekatan politik ke para kiai. Hampir semua kiai di Jateng telah disowani mantan Ketua Umum PP Fatayat ini.

Mbak Ida, panggilan akrabnya sowan ke KH Chalwani, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, kemarin. Ida meminta restu dan dukungan terkait hajatnya mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur pada Pilkada 2018.

Ida sowan dengan didampingi Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng Hendri Wicaksono, Wakil Ketua DPRD Purworejo Muh Dahlan, dan Sekretaris DPC Purworejo Nurul Qomariyah.
“Kiai, melihat perkembangan pesantren dan madrasah yang perkembangannya lambat, terutama dalam infrastrukturnya,” ujarnya.

Ida terus terang terpanggil untuk memberikan sumbangsih di Jateng. Maka ia mohon doa restu dalam pilkada nanti, semoga bisa terpilih. “Saya akan memperhatikan pendidikan madrasah dan pesantren, karena itu benteng pendidikan agama di Jateng,” papar Ida.

Mendengar niatan Ida tersebut, Kiai Chalwani tersenyum. Dia tampak menghela nafas merasakan keprihatinan yang sama. Dewasa ini, ujar Kiai Chalwani, perkembangan pesantren dan madrasah tidak disertai oleh perhatian pemerintah yang lebih.

Sifatnya masih simbol-simbol saja. Bahkan cenderung ada hambatan. ”Saya berharap, Mbak Ida tentu tidak boleh menghambat sedikitpun perkembangan dan keberlangsungan pesantren dan madrasah,” pesannya.

Ia meminta Sudirman-Ida tidak mengeluarkan kebijakan yang sifatnya mengancam keberlangsungan pesantren dan madrasah. “Harus ada jaminan masa depan Pesantren dan Madrasah cerah, dan tidak terancam punah dengan kebijakan pemerintah nantinya,” kata Mursyid Thriqoh Qodiriyah Naqsyabansiyah ini. (fth/ric)