Dua Kelas Roboh Tertimpa Longsor 

242
KERJA BAKTI: Para warga dan relawan membersihkan ruang kelas SD Bringinsari 2 yang tertimpa longsor, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERJA BAKTI: Para warga dan relawan membersihkan ruang kelas SD Bringinsari 2 yang tertimpa longsor, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Dua ruangan kelas SDN 2 Bringinsari, Kecamatan Sukorejo rusak parah akibat terimpa tanah longsor. Tidak ada korban jiwa, tapi akibat bencana tersebut para siswa disekolah setempat diliburkan untuk mengantisipasi longsor susulan dan kerja bakti membersihkan timbunan longsor.

Dua ruangan kelas yang rusak yakni ruang kelas IV dan V. Longsor diakibatkan karena talud tanah setinggi empat meter yang berada persis dibelakang sekolah jebol akibat tidak ada celah saluran air.

Salah satu siswa, Yogi Hendro Purwono siswa Kelas V SDN 2 Bringinsari mengatakan jika seluruh siswa diliburkan karena sekolah yang rusak. “Tadi pagi sudah berangkat, tapi oleh guru disuruh pulang dan belajar dirumah karena sekolah yang rusak,” katanya, kemarin (8/3).

Kepala SDN 2 Bringinsari, Sudarto mengatakan kejadian tersebut terjadi Rabu (7/3) sore. Yakni saat terjadi hujan lebat selama lebih kurang dua jam. Saat itu semua siswa sudah pulang sekolah, kecuali para siswa Kelas VI yang tengah belajar jam tambahan untuk persiapan Ujian Nasional (UN).

“Tidak ada yang tahu, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan kaca pecah. Setelah dilihat oleh salah seorang guru ternyata kondisi dua bangunan itu sudah roboh. Para siswa yang tengah les itu langsung disuruh keluar ruangan, karena khawatir terjadi longsor susulan. Akibat longsor dinding ruang kelas V yang jebol, sedangkan satu ruangan lainnya jebol sebagian dan kaca jendela yang pecah,” katanya, kemarin (8/3).

Sementara untuk hari ini, rencana kegiatan belajar mengajar akan dilangsungkan dengan sistem bergantian ruang kelas. Yakni Kelas I-III masuk pagi sampai pukul 10.00, sedangkan untuk kelas IV-VI belajar dari pukul 10.00-13.00.  “Jadi bergantian selama proses rehab sekolah dilakukan,” tuturnya.

Alternatif lain, siswa kelas IV dan V  akan ditempatkan di ruangan lain yakni ruang Perpustakaan dan Ruang TK yang sudah tidak terpakai. “Besok akan kami rapatkan dengan komite sekolah, karena ini juga untuk persiapan UN kelas VI. Kasihan siswanya jika belajarnya terganggu,” tambahnya.

Ketua Gugus Sultan Agung, Untung Joko Harsono mengatakan jika robohnya talud akibat talud setinggi 4 meter lebih itu dibangun tegak lurus. Hal itu diperparah tidak ada pipa buangan air disela-sela talud. Sehingga saat hujan air tertampung mengakibatkan tanah menjadi labil.

“Kalau dibangun miring dan ada pipa buangan air, pastinya tidak akan terjadi longsor sepert ini. Karena sebelum-sebelumnya tidak ada longsor. Baru setelah talud bangunan ini dibangun terjadi longsor,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mengaku sudah meninjau lokasi. Ia langsung memerintahkan agar ruang kelas yang rusak diperbaiki. “Besok (hari ini, Red) langsung akan diperbaiki. Jadi tidak menunggu anggaran perubahan, akan terlalu lama,” timpalnya.

Dikatakannya, jika anggaran perbaikan itu didapat dari sumbangan dan dana gotong royong. Sehingga tidak menunggu anggaran perbaikan dari DAK. “Kalau menunggu DAK, baru bisa diperbaiki di angaran perubahan,” tandasnya. (bud/bas)

Silakan beri komentar.