BERI MOTIVASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan motivasi dan arahan kepada kepala desa se-Kabupaten Pekalongan, terkait pengelolaan dana desa. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI MOTIVASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberikan motivasi dan arahan kepada kepala desa se-Kabupaten Pekalongan, terkait pengelolaan dana desa. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memperoleh alokasi anggaran untuk desa atau dana desa dari APBN tahun 2018 sebesar Rp 227,8 miliar untuk 272 desa. Dana Desa tersebut setara dengan 16 APBD tahun 2018 Pemkab Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa dana desa tahun 2018 ini nilainya lebih besar jika dibandingkan tahun 2017 lalu. Yakni, naik sebesar Rp 5,3 miliar yakni sebesar Rp 227.842.747.000, atau rata-rata per desa akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 837.000.000.

Menurutnya penyaluran dana desa tertinggi adalah Desa Klesem, Kecamatan Kandangserang yakni Rp 1.287.792.000. Sedangkan yang paling rendah adalah Desa Kandangserang Kecamatan Kandangserang dengan total Rp 687.387.000.

“Setelah Dana Desa ini masuk ke rekening masing-masing desa, maka laksanakan sesuai dengan Musrenbangdes. Saya mohon para kepala desa (Kades) untuk menjalankan program ini sebaik-baiknya. Sepanjang sesuai aturan, jalankanlah. Kalau ragu-ragu, bertanyalah kepada camat atau ke Dinas PMD P3A dan PPKB. Perlu diketahui juga, semua elemen masyarakat mengawasi dana desa ini,” ungkap Bupati Asip, Kamis (8/3) kemarin.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa bantuan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Pekalongan trennya selalu naik. Namun jika terjadi penurunan di tingkat desa, berarti ada komponen-komponen yang secara teori dinilai sudah berhasil.

“Jika desa menerima Dana Desa dengan jumlah kecil, menunjukkan bahwa  kepala desanya semakin hebat. Karena desa tersebut sudah mandiri dan baik. Karena sudah diukur dengan norma dan aturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Bupati.

Sedagkan para kades yang memiliki prestasi dan inovasi, harus mendapatkan reward dari Pemkab Pekalongan. “Terima kasih saya sampaikan kepada para kades atas kontribusi besar dalam pembangunan wilayah dan selalu berjuang terus-menerus untuk memikirkan masyarakatnya,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengingatkan agar pengelolaan bantuan keuangan oleh pemerintahan desa dilaksanakan dengan baik, tertib administrasi, tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Pada gilirannya akan meningkatkan kualitas hidup dan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat desa. (thd/ida)