4 Tahun Sertifikat Tidak Jadi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – SUDAH menjadi rahasia umum, butuh kesabaran ekstra jika mengurus dokumen pertanahan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang. Apalagi kalau tidak mengetahui jalurnya ataupun tak kenal orang dalam.
Seorang pemohon bernama Rizal mengeluhkan lambannya proses pengurusan pemecahan sertifikat tanah. Padahal tanah miliknya sudah diukur oleh petugas BPN Semarang sejak empat tahun lalu. “Tanah saya itu berlokasi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang. Nggak tahu kenapa kok tidak jadi-jadi,” keluhnya.
Sama halnya dengan, Hariono, mengeluhkan pelayanan BPN yang terkesan mempersulit penerbitan sertifikat lahan milik rakyat kecil.
Menurutnya, tidak sedikit warganya yang mengeluhkan tentang sulitnya memperoleh sertifikat hak milik dari BPN.
“Kami berharap adanya OTT ini bisa menjadikan pelayanan dan proses pengurusan dokumen tanah semakin cepat dan transparan,”kata salah satu Ketua RW di Semarang ini.
Seorang notaris bernama Karina juga mengeluhkan lamanya waktu pengurusan akta jual beli hingga menjadi sertifikat HM di BPN.
Ia mengatakan, untuk akta jual beli bisa selesai dalam waktu tiga hari. Dilanjutkan dengan pengurusan sertifikat dan validasi pajak bisa selesai dalam waktu lima hari kerja. “Tapi kenyataannya baru bisa selesai dalam waktu sekitar tiga pekan. Ditambah lagi dengan validasi pajak, menjadi 1,5 bulan,”katanya.
Sementara itu, kemarin Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kota Semarang, Bambang Riyadi datang ke Kantor Kejari Kota Semarang untuk memberikan dukungan terkait OTT tersebut. Dalam suratnya, IPPAT mengapresiasi kinerja penyidik. Pihaknya juga menyatakan akan menunggu tindak lanjut terkait kasus itu, dan berharap kasusnya dapat diusut tuntas. Bambang datang didampingi sekretaris Sasmito Raharjo beserta humas, anggota dan dewan penasehat IPPAT. (jks/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -