Tiga Kapal Ikan Dikerahkan

Pencarian Fauzan Terus Dilakukan

374
MENYISIR: Tim SAR BPBD Kendal melakukan penyisiran untuk mencari M Fauzan yang tenggalam di Sungai Kalibodri beberapa waktu lalu. Setelah pencarian tim SAR dihentikan, warga akhirnya berinisatif untuk melakukan pencarian sendiri menggunakan tiga kapal ikan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENYISIR: Tim SAR BPBD Kendal melakukan penyisiran untuk mencari M Fauzan yang tenggalam di Sungai Kalibodri beberapa waktu lalu. Setelah pencarian tim SAR dihentikan, warga akhirnya berinisatif untuk melakukan pencarian sendiri menggunakan tiga kapal ikan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Muhammad Fauzan, 9, warga Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring yang tenggelam di Sungai Kalibodri hingga kini belum ditemukan. Tim Search and Resque (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal telah menghentikan pencarian. Akibatnya kini warga setempat secara mandiri melanjutkan pencarian secara mandiri.

Kepala Desa Korowelang Kulon, Triyono mengatakan jika BPBD telah menghentikan pencarian sejak Selasa (6/3) lalu. Warga akhirnya berinisatif untuk melakukan pencarian sendiri. Sedikitnya ada tiga kapal ikan yang diterjunkan untuk mencari Fauzan.

“Tiga kapal, masing-masing kapal 15 orang yang diterjunkan. Jadi total ada 45 orang kami terjunkan untuk melakukan pencarian dengan berbekal makanan dan minuman bantuan dari Desa maupun BPBD Kendal,” katanya, kemarin (7/3).

Diakuinya, jika pencarian kini tidak di Sungai Kalibodri lagi tapi sudah merambah ke tengah laut Jawa. “Jadi kabar terakhir yang kami dapat pencarian sudah  menempuh perjalanan dua jam dari muara sungai Kalibodri. Jadi sudah sampai laut,” tuturnya.

Pihaknya juga sudah menyebar berita kabar Fauzan yang hilang di laut kepada para nelayan di Kendal.  Dengan harapan jika ada nelayan Kendal yang menemukan bisa langsung menghubungi pihak desa maupun keluarga korban. “Dengan melibatkan seluruh nelayan ini, harapan kami korban bisa segera ditemukan,” tuturnya.

Pencarian tersebut menurutnya akan terus dilakukan sampai korban ditemukan. “Warga dan Nelayan desa kami sudah berkomitmen seperti itu atas permintaan dan rasa solidaritas terhadap keluarga korban,” tegasnya.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Slamet mengatakan memang setelah tiga hari pencarian, pihak BPBD menghentikan pencarian. “Kami sudah berupaya melakukan pencarian dengan menyisir sungai sampai ke muara dan hasilnya masih nihil,” katanya.

Alasan penghentian diakuinya karena memang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tim SAR BPBD setelah tiga hari pencarian tidak ditemukan, maka pencarian dihentikan. “Tapi meski dihentikan, tim BPBD Kendal tetap melakukan pemantauan,” tuturnya,

Ia menghimbau kepada seluruh warga maupun nelayan, jika memang ada yang menemukan korban agar segera melapor ke pada BPBD Kendal untuk proses evakuasinya. (bud/bas)