Terus Harapkan Inovasi Mahasiswa

343
ANTUSIAS: Mahasiswa UKSW antusias mengikuti road show acara Kino Youth Innovator Award (KYIA), Selasa (6/3) pagi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTUSIAS: Mahasiswa UKSW antusias mengikuti road show acara Kino Youth Innovator Award (KYIA), Selasa (6/3) pagi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berkesempatan menjadi salah satu universitas yang dikunjungi dalam agenda road show acara Kino Youth Innovator Award (KYIA), Selasa (6/3) pagi. Kegiatan yang di gagas oleh PT Kino Indonesia Tbk., ini dikemas dalam bentuk workshop dengan mengangkat tema “Tomorrow’s Innovator” bertempat di
Recital Hall UKSW.

Dalam workshop yang dipandu oleh Mamat Rahmat, selaku Product Innovation Senior Manager PT Kino Indonesia, peserta memperoleh informasi mengenai praktek proses pengembangan inovasi yang selama ini dilakukan oleh PT. Kino Indonesia. Dr Mamat Rahmat memaparkan mengenai tren yang tengah berkembang di pasar saat ini. “Dari workshop ini kami ingin sharing pengalaman sehingga dapat membangun semangat dari para generasi muda untuk terus berinovasi,” terang Mamat.

Mamat menjelaskan bahwa tahun 2018 ini PT Kino Indonesia kembali menyelenggarakan KYIA yang ketiga. KYIA merupakan bentuk penghargaan yang diberikan kepada generasi muda atas inovasi yang diciptakan melalui suatu kompetisi. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi
bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkreasi.

Dirinya menambahkan tema inovasi yang diangkat pada tahun ini adalah Empower Life through Nature, “Leveraging Indonesian natural resources for sustainable development in harmonious with current trend”. Melalui tema ini, disampaikan Mamat PT. Kino ingin mengajak  generasi muda Indonesia untuk berinovasi dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.

Sementara itu pada tahun 2017 mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW yang terdiri dari Miranda Agnes Christianty, Ronal Febria Hindra dan Fita Fitriani juga meraih gelar juara berkat inovasi mie tanpa terigu berbahan dasar tepung singkong yang difermentasi dengan bakteri dan diberi nama “mocafi”. Mie ini memiliki keunggulan gluten free dan berdampak pada pengurangan impor gandum.

Plt. Pembantu Rektor III UKSW Andeka Rocky Tanaamah dalam kesempatan membuka acara ini berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan workshop ini untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi

KYIA. “UKSW beruntung  karena menjadi salah satu dari 18 universitas pilihan yang dikunjungi. Persiapkan diri anda dengan baik, ikutilah jejak rekan-rekan yang telah menjadi juara di tahun-tahun sebelumnya,” pesan Andeka Rocky. (sas/bas)