Penyedia Jasa Harus Taat Kontrak 

374

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG –  Penyedia jasa yang beroperasi di Kabupaten Temanggung diminta taat pada kontrak kerja. Dengan taat kontrak kerja, diharapkan pekerjaan jasa konstruksi bisa dilakukan tepat mutu dan tepat waktu.

“Kontrak kerja ini hukumnya mati, tak bisa  ditawar-tawar lagi,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan  Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagus Pinuntun  usai membuka acara Muscab ke IX Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Kontruksi Seluruh Indonesia (BPC Gapensi) Temanggung di Daun Mas Resto, Rabu (7/3).

Bagus melanjutkan, keharusan penyedia jasa kontruksi menaati kontrak kerja itu hukumnya wajib. Sebab mulai dari perencanaan pembangunan, pelaksanaan hingga akhir masa waktu pengerjaan semuanya sudah tercantum dan tersusun di kontrak kerja.

“Kalau semua penyedia jasa kontruksi menaati kontrak kerja, maka bisa dipastikan tidak akan ada persoalan di kemudian hari. Intinya kontrak kerja wajib ditaati, persoalan selesai,” tukasnya.

Bagus meminta agar penyedia jasa konstruksi yang tergabung dalam Gapensi Temanggung, untuk mengikuti standar pemerintah. Kata dia, pemerintah mempunyai baku mutu atau standar kualitas dari bangunan yang harus diikuti oleh semua penyedia jasa kontruksi. Selain itu, kuantitas juga harus diperhatikan. “Jangan asal jadi, bangunan sudah dirancang dengan baik dan terukur dengan jelas. Aspek kualitas harus diperhatikan,” pintanya.

Sementara itu, ketua Gapensi Temanggung Willyanto mengatakan, selama ini penyedia jasa kontruksi yang tergabung dalam Gapensi sudah berusaha melaksanakan pekerjaan dengan baik. Pengerjaan proyek pembangunan sudah dilakukan sesuai dengan kontrak kerja yang ada.

“Kami sudah berusaha maksimal, selama ini proyek pembangunan yang dilakukan oleh penyedia jasa kontruksi dari Temanggung belum perah ada yang terlambat,” klaimnya.

Ia mengatakan, di Gapensi sendiri, pihaknya selalu menekankan untuk selalu saling membantu. Sehingga jika ada salah satu pengusaha yang mengalami kesulitan akan segera bisa teratasi. Salah satu contohnya, jika ada kekurangan tenaga kerja, semua pengusaha siap membantu.

Namun demikian, waktu pengerjaan di kontrak kerja yang ada, kadang menjadi salah satu kendala bagi para penyedia jasa. “Waktunya sangat pendek, belum lagi terpotong hari libur saat perayaan Idul Fitri. Padahal selama hari libur tersebut tetap dihitung kerja dalam kontrak kerja,” tandasnya.  (san/lis)