33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Nostalgia, Ganjar Menginap di Dusun Tertinggi di Magelang

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Petahana Ganjar Pranowo bernostalgia di Dusun Butuh, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Ganjar kembali mengunjungi desa tertinggi di Magelang untuk mengenang perjalanan saat mendaki Gunung Sumbing dulu sekitar tahun 1987-1988.
Ganjar tiba di dusun berketinggian 1724 meter dari permukaan laut ini, Selasa (6/3/2018) hampir tengah malam. Hawa dingin khas pegunungan menyapa dengan riang. “Dinginnya top,” cetus Ganjar.
Seusai beramah tamah dengan para tokoh desa setempat, Ganjar menuju salah satu rumah yang disediakan warga untuk ia inapi bersama rombongan. Ia masih ngobrol dengan warga hingga pukul 01.00 lebih. “Saya masih mengingat-ingat tahun berapa ya dulu ke sini. Sama teman-teman waktu itu mendaki Sumbing lewat sini,” jelasnya.
Ganjar memang dikenal sebagai seorang pendaki gunung. Ia pernah menjadi ketua Klub Pecinta Alam Majestic 88 Fakultas Hukum Universitas Gadjahmada. “Naiknya dari sini (Butuh), turun lewat Selo,” lanjut Ganjar yang ngobrol sembari berkemul sarung.
Pagi harinya, Ganjar berolahraga bersama warga setempat. Kampung yang sebagian besar rumahnya dicat warna-warni itu pun semakin semarak. Ganjar dan warga melakukan senam dengan iringan lagu-lagu Islami. Senam dipimpin ibu-ibu anggota Pengurus Cabang Fatayat NU Kaliangkrik. “Ini namanya senam NU Pak Ganjar,” kata seorang anggota Fatayat di sela-sela senam.
Pukul 08.00, Ganjar pamit setelah sebelumnya makan bersama dengan menu khas Dusun Butuh. Di antaranya sayur buncis, gulai kentang, rica-rica ayam, dan sambal yang pedasnya tak terlupakan.
Makan pagi itu semakin gayeng dengan cerita salah satu tetua dusun tentang ideologi Soekarnois warga setempat. “Pemilu 1955, di Butuh 100 persen menang PNI,” kata kakek tersebut.
Dari Butuh, Ganjar melanjutkan perjalanan ke Pasar Kertek Wonosobo. Ia masih berkeliling ke sejumlah pondok pesantren di kota dingin tersebut hingga petang. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Padukan Kebaya dengan Celana Kulot Batik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Melestarikan busana warisan budaya nenek moyang, yakni kebaya, Margaria Batik Semarang mengeluarkan tiga jenis kebaya guna menyambut Hari Kartini, 21 April mendatang....

Berkah Rezeki dari Para Wali

RADARSEMARANG.COM - Dua destinasi wisata religi di Demak, yaitu makam Sunan Kalijaga di Kelurahan Kadilangu dan makam Sultan Fatah di area Masjid Agung tidak...

Ingatkan Tak Potong Ternak Ruminansia

WONOSOBO–Hewan-hewan kurban yang dijual di sejumlah pasar hewan, kemarin, didatangi tim dari Dinas Pangan Pertanian Perikanan dan Peternakan. Tim Kesehatan Hewan (Keswan) dari Bidang...

Belum Berizin, Kampoeng Rawa Disegel  

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Penutupan Kampoeng Rawa, di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berlangsung alot, Senin (16/4). Sebelum dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, mediasi...

Ibu-Anak Tewas Ditabrak Avanza

MAGELANG–Kecelakaan yang melibatkan Avanza dan pemotor menyebabkan dua orang tewas. Korban ibu dan anak balitanya. Penyebabnya, sopir Avanza nopol AA 8943 MB, Islachudin, 35,...

Sambut Wali Kota dengan Hanoman Melompat

SEMARANG–Kampung Seni Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan menyambut kedatangan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan aksi Hanoman Melompat. Dalam serangkaian acara road show Kampung Hebat,...