28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

LPBI NU Tingkatkan Keterampilan

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) berupaya meningkatkan keterampilan masyarakat dan pemerintah menuju tanggap darurat yang cepat, tepat dan efektif. Pasalnya, penanganan bencana merupakan prioritas nasional.

Ketua LPBI NU melalui deputi program Rurid Rudianto berharap, upaya ini mampu menciptakan sistem yang efektif dalam menghadapi kedadaan darurat bencana.

”LPBI NU menggandeng BNPB dalam melakukan upaya ini. Didukung juga oleh pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade,” ujarnya dalam workshop persiapan gladi ruang dan gladi posko program (SLOGAN-STEADY), Rabu (7/3) kemarin.

Kabid Perencanaan Siaga BNPB, Eny Supartini mengatakan, diperlukan koordinasi yang baik antar elemen untuk dapat melakukan penanganan bencana. Ia menjelaskan, sejumlah faktor akan mempengaruhi peningkatan bencana ke depan, seperti bertambahnya jumlah penduduk, dan degradasi lingkungan.

”Dalam 2 bulan ini sudah ada 600 kejadian bencana. Kita berharap bisa menekan. Bencana hidrometrologi, seperti banjir dan longsor masih dominan” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini telah terjadi perubahan paradigma dari yang semula tanggap darurat bencana, kini lebih mengarah ke proses siap siaga bencana. Sehingga kapasitas diri masyarakat memang perlu ditingkatkan.  ”Tentu melalui melalui beberapa latihan yang dilaksanakan bertahap bertingkah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Adi Prabowo, sekretaris kabag TU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengatakan, penanganan bencana tidak cukup dilakukan hanya oleh pemerintah saja, dalam hal ini BNPB dan BPBD. Penanganan bencana, lanjutnya, harus dilakukan melalui kerjasama dengan masyarakat dan juga dunia usaha.  ”Karena tidak mungkin pemerintah melalui BNPB dan BPBD melakukan penanggulangan bencana sendiri,” tandasnya. (sga/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -