LPBI NU Tingkatkan Keterampilan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lembaga Penaggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) berupaya meningkatkan keterampilan masyarakat dan pemerintah menuju tanggap darurat yang cepat, tepat dan efektif. Pasalnya, penanganan bencana merupakan prioritas nasional.
Ketua LPBI NU melalui deputi program Rurid Rudianto berharap, upaya ini mampu menciptakan sistem yang efektif dalam menghadapi kedadaan darurat bencana.
”LPBI NU menggandeng BNPB dalam melakukan upaya ini. Didukung juga oleh pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade,” ujarnya dalam workshop persiapan gladi ruang dan gladi posko program (SLOGAN-STEADY), Rabu (7/3) kemarin.
Kabid Perencanaan Siaga BNPB, Eny Supartini mengatakan, diperlukan koordinasi yang baik antar elemen untuk dapat melakukan penanganan bencana. Ia menjelaskan, sejumlah faktor akan mempengaruhi peningkatan bencana ke depan, seperti bertambahnya jumlah penduduk, dan degradasi lingkungan.
”Dalam 2 bulan ini sudah ada 600 kejadian bencana. Kita berharap bisa menekan. Bencana hidrometrologi, seperti banjir dan longsor masih dominan” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini telah terjadi perubahan paradigma dari yang semula tanggap darurat bencana, kini lebih mengarah ke proses siap siaga bencana. Sehingga kapasitas diri masyarakat memang perlu ditingkatkan.  ”Tentu melalui melalui beberapa latihan yang dilaksanakan bertahap bertingkah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Adi Prabowo, sekretaris kabag TU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengatakan, penanganan bencana tidak cukup dilakukan hanya oleh pemerintah saja, dalam hal ini BNPB dan BPBD. Penanganan bencana, lanjutnya, harus dilakukan melalui kerjasama dengan masyarakat dan juga dunia usaha.  ”Karena tidak mungkin pemerintah melalui BNPB dan BPBD melakukan penanggulangan bencana sendiri,” tandasnya. (sga/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -