Disabilitas Intelektual Dikucuri Rp 2 Juta

390
PELATIHAN : Sebanyak 72 kader dari 8 kabupaten mengikuti pelatihan diseminasi dan pembekalan keterampilan teknis di BBRSBG Kartini Temanggung, Selasa (6/3). (Ahsan Fauzi/Radar Kedu)
PELATIHAN : Sebanyak 72 kader dari 8 kabupaten mengikuti pelatihan diseminasi dan pembekalan keterampilan teknis di BBRSBG Kartini Temanggung, Selasa (6/3). (Ahsan Fauzi/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Sebanyak 355 penyandang disabilitas intelektual di sembilan kabupaten akan menerima dana stimulan Rp 2 juta dari Kemensos RI. Kabupaten tersebut adalah Ngawi, Kulonprogo, Sukoharjo, Boyolali, Banjarnegara, Batang, Purbalingga, Pekalongan dan Karanganyar. Dana tersebut diharapkan untuk usaha produktif dan tidak boleh digunakan untuk konsumsif.

“Harus untuk kegiatan produktif, misal untuk beternak, membeli kambing atau untuk berdagang,” papar ketua Panitia Diseminasi dan Pembekalan Keterampilan Teknis, Sartono, di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung, Selasa (6/3).

Sartono  mengatakan, dana tersebut akan diberikan langsung kepada penyandang disabilitas intelektual melalui rekening masing-masing penerima manfaat. Pembuatan rekening sendiri akan didampingi oleh keluarga atau orang terdekat. “Tidak boleh digunakan oleh keluarga, tapi wajib dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas,” tegasnya.

Menurut Sartono, supaya penggunaan dana stimulan tersebut maksimal, maka perlu dilakukan pelatihan diseminasi dan pembekalan keterampilan teknis. Pada pelatihan kali ini diikuti sebanyak 72 kader, masing-masing kabupaten 8 kader. “Kader ini nantinya akan melakukan pendampingan langsung kepada keluarga dan penyandang disabilitas intelektual,” terangnya.

Kader-kader ini akan terjun langsung ke rumah-rumah dan keluarga penyandang disabilitas intelektual. Mereka akan melakukan pendampingan agar ke depan penyandang disabilitas bisa hidup secara mandiri dari usaha yang dikerjakannya.

“Kader-kader ini nantinya wajib melakukan pendampingan, baik kepada keluarga maupun penyandang disabilitas itu sendiri,” imbuhnya.

Sartono menjelaskan, kader-kader ini tidak harus memiliki anak atau saudara penyandang disabilitas intelektual, namun mereka yang memiliki rasa kepedulian sosial serta sangat peduli terhadap penyandang disabilitas.

“Setiap tahun kader-kader ini akan selalu bertambah. Diharapkan dari penambahan kader ini akan semakin banyak warga yang peduli terhadap penyandang disabilitas intelektual,” pungkasnya. (san/lis)