Bisnis Online Shop, Butuh Kecepatan Internet

Pemerintah Dituntut Sediakan Infastruktur

693
BAGI PENGALAMAN : Anggota DPR RI, Juliari P Batubara, membagikan pengalamannya sebagai pengusaha dalam Talk Show From Bolgger to Entrepreneur di All Stay Hotel Semarang, Selasa malam (6/3) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGI PENGALAMAN : Anggota DPR RI, Juliari P Batubara, membagikan pengalamannya sebagai pengusaha dalam Talk Show From Bolgger to Entrepreneur di All Stay Hotel Semarang, Selasa malam (6/3) kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Perkembangan teknologi informasi atau era digitalisasi saat ini, mendorong munculnya bisnis jual beli online. Sayangnya, infastruktur penyedia layanan internet di Indonesia sangat tertinggal, dari segi jaringan lebih lambat dari negara tetangga.

Hal tersebut disampaikan Juliari Batubara, anggota Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional DPR RI dalam Talk Show From Bolgger to Entrepreneur di All Stay Hotel Semarang, Selasa malam (6/3) kemarin.

Menurutnya, modal untuk berwirausaha atau berbisnis online adalah teknologi dan ide kreatif, berani dan mau mencoba hal-hal baru. “Menjadi pengusaha memang pertama harus berani dulu, punya ide agak unik, tidak takut merugi, lalu dapat bergaul,” katanya.

Selain itu, pemerintah harus mendukung dengan menyediakan infrastruktur yang memadahi untuk para pengusaha. “Akses internet memadahi merupakan modal utama bisnis online shopping yang kini menjadi usaha sampingan masyarakat,” paparnya.

Walaupun menggiurkan, lanjut Julari, bisnis online shop juga memiliki tantangan berat. Di antaranya persaingan yang semakin sengit antar penjual, sehingga setiap produk yang dihasilkan harus memiliki keunikan agar menarik minat pembeli. “Balik lagi harus kreatif agar tidak kalah saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Agustina Dwi Jayanti penggiat wisata Jawa Tengah, mengaku bisa mengenalkan Pasar Karetan Boja yang terletak di tengah hutan kepada masyarakat luas, melalui kekuatan sosial media dan blog. Lokasi wisata tersebut kini banyak dikunjungi oleh masyarakat. “Melalui Blog dan Instragram, yang dulunya sepi, kini bisa terkenal dan meningkatkan perekonomian warga setempat,” katanya.  (den/ida)