Bisnis Online Shop, Butuh Kecepatan Internet

Pemerintah Dituntut Sediakan Infastruktur

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Perkembangan teknologi informasi atau era digitalisasi saat ini, mendorong munculnya bisnis jual beli online. Sayangnya, infastruktur penyedia layanan internet di Indonesia sangat tertinggal, dari segi jaringan lebih lambat dari negara tetangga.
Hal tersebut disampaikan Juliari Batubara, anggota Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional DPR RI dalam Talk Show From Bolgger to Entrepreneur di All Stay Hotel Semarang, Selasa malam (6/3) kemarin.
Menurutnya, modal untuk berwirausaha atau berbisnis online adalah teknologi dan ide kreatif, berani dan mau mencoba hal-hal baru. “Menjadi pengusaha memang pertama harus berani dulu, punya ide agak unik, tidak takut merugi, lalu dapat bergaul,” katanya.
Selain itu, pemerintah harus mendukung dengan menyediakan infrastruktur yang memadahi untuk para pengusaha. “Akses internet memadahi merupakan modal utama bisnis online shopping yang kini menjadi usaha sampingan masyarakat,” paparnya.
Walaupun menggiurkan, lanjut Julari, bisnis online shop juga memiliki tantangan berat. Di antaranya persaingan yang semakin sengit antar penjual, sehingga setiap produk yang dihasilkan harus memiliki keunikan agar menarik minat pembeli. “Balik lagi harus kreatif agar tidak kalah saing,” pungkasnya.
Sementara itu, Agustina Dwi Jayanti penggiat wisata Jawa Tengah, mengaku bisa mengenalkan Pasar Karetan Boja yang terletak di tengah hutan kepada masyarakat luas, melalui kekuatan sosial media dan blog. Lokasi wisata tersebut kini banyak dikunjungi oleh masyarakat. “Melalui Blog dan Instragram, yang dulunya sepi, kini bisa terkenal dan meningkatkan perekonomian warga setempat,” katanya.  (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This