1.666 Botol Miras Sitaan Dimusnahkan

192
PEMUSNAHAN: Ribuan botol miras dimusnahkan  oleh Satpol PP dan Damkar Kendal di Alun-alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMUSNAHAN: Ribuan botol miras dimusnahkan  oleh Satpol PP dan Damkar Kendal di Alun-alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendal melakukan pemusanahan terhadap minuman keras (miras) sitaan. Lebih kurang sebanyak 1.666 botol miras dengan berbagai merek dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat stoomwals atau mesin giling.

Selain miras kemasan, juga ikut dimusnahkan miras oplosan dalam kantong jeriken sebanyak 200 liter. Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Subarso mengatakan jika miras-miras yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi penegakan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kendal nomor 4 Tahun 2009 tentang minuman keras. “Berdasarkan Perda tersebut, wilayah Kendal harus bersih dari alkohol atau nol persen alkohol,” ujarnya, kemarin (7/3).

Razia miras sendiri dilakukan selama lebih kurang sejak pertengahan tahun lalu hingga akhir 2017. “Meski sudah ada Perda yang melarang peredaran miras, di Kendal ini masih banyak penjual yang secara sembunyi-sembunyi mengedarkan miras,” katanya.

Satpol PP akan terus menggencarkan operasi terhadap penjual miras. Terutama untuk penjual miras oplosan. Sebab rata-rata miras oplosan ini diproduksi sendiri sehingga meski berkali-kali dirazia mereka tetap bisa mendapatkan barang secara mudah.

“Untuk penjual miras pabrikan di Kendal ini sudah mulai berkurang. Beberapa dari mereka yang tadinya berjualan. Setelah kami bina sudah banyak yang mulai beralih ke pekerjaan lain. Tinggal yang jadi PR kami ini sekarang adalah peracik miras oplosan,” tambahnya.

Upaya penekanan peredaran miras oplosan ini juga untuk menekan korban jiwa meninggal akibat miras oplosan. Sebab di Kendal telah banyak kasus warga tewas setelah menenggak miras oplosan.

“Selain Razia, kami juga gencar patroli. Jika menemukan mobil yang mencurigakan, langsung kami lakukan operasi. Warga juga jangan segan dan sungkan untuk melapor kepada kami jika ada peredaran miras. Pasti akan kami jamin kerahasiaannya,” tandasnya.

Sementara Sekda Kenda. Mohammad Toha mengapresiasi kegiatan pemusnahan miras tersebut. Ia meminta agar penjual miras juga diproses secara hukum. Sehingga bisa memberikan efek jera bagi masyarakat.

“Apalagi adanya miras oplosan itu tentu hal miris yang harus diwaspadai bersama. Sebab miras oplosan ini telah banyak memakan korban jiwa. Selain itu miras ini merusak generasi muda,” tuturnya. (bud/bas)

Silakan beri komentar.