Yasin Gencarkan Kampanye Anti Hoax

386
AJAK TANGKAL HOAX :  Informasi hoax yang banyak beredar di media sosial harus ditangkal. Gus Yasin pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengampanyekan antihoax. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AJAK TANGKAL HOAX :  Informasi hoax yang banyak beredar di media sosial harus ditangkal. Gus Yasin pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengampanyekan antihoax. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen atau yang kerap disapa Gus Yasin merasa hoax sudah jadi semacam kebiasaan. Pada tahun politik seperti sekarang, informasi hoax justru menjadi komoditas politik untuk disebarkan di dunia maya.

Prihatin dengan fenomena itu, putra ulama kharismatik Maimoen Zubair ini mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut mengampanyekan antihoax. Sebab jika terus dibiarkan, informasi hoax akan mengancam persatuan NKRI.

“Jangan sampai melihat berita hanya melihat judulnya saja. Kita harus melihat isinya, apakah benar atau tidak,” katanya saat menghadiri Silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren Ibu Nyai dan Pengasuh Majlis Taklim se-Jawa Tengah di Hotel Ciputra Semarang, Selasa (6/3).

Di hadapan para nyai, dia menuturkan ada cara untuk menangkal hoax ataupun perpecahan yaitu silaturahmi. Politisi PPP itu menambahkan, dalam Islam juga diajarkan untuk tabayyun yaitu mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaannya. Dan salah satu gerbang penangkalnya adalah pendidikan pondok pesantren.

Peran pondok pesantren, lanjutnya, sangat besar. Bukan hanya untuk mengatasi hoax tapi juga kemajuan pemerintahan. Dia membayangkan jika 4.822 ponpes di Jateng, berdasar data Kemenag, bisa bersatu. “Kalau kita satukan bagaimana makmurnya pemerintahan,” tuturnya.

Dijelaskan, kaum perempuan memegang peranan penting dalam pendidikan. Kalangan ibu-ibu adalah madrasah pertama tempat mendidik dan membimbing insan cendekia dan kamil.

Yasin berujar, pemerintah selalu memperhatikan kaum perempuan. Satu diantaranya program satu bidan satu desa di Pemprov Jateng untuk mengatasi kematian ibu dan anak.

Sementara itu, Ketua Panitia Ita Rahmawati, mengatakan acara tersebut digelar untuk meningkatkan rasa nasionalisme para nyai pondok pesantren. Latar belakangnya adalah maraknya hoax, hingga berita saling fitnah di media sosial dan televisi.

Dia juga tidak ingin negara terpecah belah karena sejumlah oknum. “Karena itu kami berharap para nyai bisa menyosialisasikan hasil silaturahmi paling tidak di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Dalam acara itu hadir, Nyai Mahfudah Aly Ubait, Nyai Hisbiah, Siti Atikoh dan Taufik Handoko dari Obor Peduli Bangsa. (amh/ric)