Talut Ambrol Siswa Trauma

313
BIKIN TRAUMA : Talud SD Negeri Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang longsor pascahujan deras, kemairn. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BIKIN TRAUMA : Talud SD Negeri Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang longsor pascahujan deras, kemairn. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Sejumlah siswa SD Negeri Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang mengalami trauma usai ambrolnya talut sekolah, kemarin. Talut ambrol pascadaerah tersebut diguyur hujan deras.

Meski kerusakan infrastruktur tidak sampai pada bangunan fisik sekolah, bencana itu seperti membuka trauma lama para pelajar. Bagaimana tidak, April tahun lalu, sekolah itu jadi salah satu daerah terdampak banjir bandang yang menewaskan banyak warga Sambungrejo.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, ambrolnya talut tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 siang, kemarin. Saat itu, sebagian aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung.

“Siswa berhamburan keluar karena takut. Mereka masih trauma dengan kejadian setahun lalu,” ungkap Cahyono, salah satu saksi mata.

Longsor berasal dari tebing setinggl 5 meter dengan panjang enam meter yang mengelilingi ujung sekolah tersebut. Material longsor kemudian menutup hampir seperempat halaman sekolah SD N Sambungrejo tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, longsor diduga akibat sumbatan air yang melewati selokan di atas sekolah tersumbat.

“Disinyalir akibat dari tumpukan material batu yang masih berada di selokan yang berada di atas SDN Sambungrejo  serta penumpukan sampah membuat air membludak karena hujan deras,” tutur Edy.

Air yang membludak itu, katanya, kemudian menghancurkan talut SDN Sambungrejo. “Kita sudah lakukan assessment oleh tim reaksi cepat wilayah Grabag. Akan kita lakukan langkah-langkah untuk melindungi bangunan sekolah,” papar dia. (vie/lis)