Peresmian TIK Mundur Setelah Lebaran

683
SETENGAH JALAN : Pekerja memasang atap panggung utama di Taman Indonesia Kaya yang progresnya sudah mencapai 50 persen. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
SETENGAH JALAN : Pekerja memasang atap panggung utama di Taman Indonesia Kaya yang progresnya sudah mencapai 50 persen. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pengerjaan Taman Indonesia Kaya atau yang sebelumnya dikenal dengan Taman KB sudah mencapai 50 persen. Taman ini ditargetkan akan diresmikan usai Lebaran 2018, mundur dari rencana awal.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, sebelumnya pemerintah menargetkan akan me-launching taman ini pada Hari Jadi Kota Semarang. Namun, ada sejumlah pertimbangan teknis yang membuat peresmian menjadi mundur.

”Mungkin baru Juli ini kita launching. Meskipun nanti dari jadwal, akhir Mei sudah selesai, tapi baru diaktifkan setelah Lebaran dan Pilgub,” jelasnya.

Hendi –sapaan akrabnya- menambahkan, mengklaim urusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi tersebut, sudah rampung. Dirinya sudah bertemu dengan ketua paguyuban dan hasilnya, para PKL sudah memahami serta mendukung proses pembangunan yang didanai oleh pihak ke tiga ini.

”Mereka mengakui salah cara komuinikasi. Kemarin mereka demo pemerintah, mereka menolak pembangunan. Tapi saya rasa mereka sudah minta maaf dan menyerahkan semua keputusan pembangunan ini kepada Pemerintah Kota Semarang,” kata Hendi.

Nantinya para PKL akan berjualan di Jalan Pandanaran 2. Kalaupun tidak cukup, pemkot akan memfasilitasi para PKL berjualan di shelter-shelter sementara berupa tenda-tenda di sekitar Taman Indonesia Kaya, sembari menunggu poembangunan shelter yang permanen selesai.

”Saya harap semua warga Semarang bisa mendukung pembangunan-pembangunan yang ada di Semarang, termasuk Taman Indonesia Kaya bekas Taman KB ini,” ujarnya.

”Kalau sudah jadi saya rasa yang datang ke sini akan tambah banyak. Dan yang pasti yang menikmati bukan pak Hendi, tapi PKL yang ada di sini. Jadi kalau mereka kemarin menolak, setelah kami menjelaskan mereka bisa memahami,” imbuhnya.

Mitha, warga Semarang Utara tidak sabar menuggu taman yang rencananya akan dimanfaatkan untuk menampilkan festival budaya ini. Melihat sekilas, ia berpendapat bahwa Taman Indonesia Kaya nantinya akan menjadi taman yang cukup mewah.

”Kabarnya nanti setiap minggu. Jadi kan warga Semarang ada jujugan lain. Sehingga tidak terpusat pada satu tempat kemudian menjadi macet,” ujarnya. (sga/zal)