33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Pembebasan Sebidang Lahan Alot

Tol Semarang-Batang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masih ada satu bidang lahan yang menghambat pengerjaan konstruksi jalan tol Semarang-Batang. Tepatnya di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/AA Nomor 36 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan. Padahal, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang sudah mencabut kepemilikan tanah dan menyatakan sebagai tanah negara. Pencabutan kepemilikan itu diambil karena pemilik lahan menempuh jalan konsinyasi.
Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto menjelaskan, meski status lahan sudah menjadi milik pemerintah, tapi pihaknya tidak bisa melakukan pengerjaan karena rumah masih berdiri. Sementara pihak Pengadilan Negeri (PN) Semarang belum mengeluarkan perintah eksekusi lahan. Padahal ganti untung untung bidang tanah seluas 228 meter persegi, Rp 1.986.393.000, sudah dititipan ke PN Semarang sejak 11 Juli 2017 lalu.
“Memang, lahan itu masih sengketa antara Sri Urip Setyowati dan Okkie Jaloe Laksono. Bahkan sengketa itu sudah ada sejak 3 Agustus 2004 silam. Ketika ada pembebasan lahan untuk tol, ditempuhlah langkah konsinyasi,” jelasnya, Selasa (6/3).
Dijelaskan, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, lahan tersebut sudah menjadi milik negara. Artinya, PN bisa mengeksekusi lahan tersebut demi kepentingan percepatan pembangunan jalan tol.
“Yang kami pertanyakan, mengapa sampai sekarang PN tidak mengeksekusi lahan itu. Kalau soal sengketa, kan bisa diselesaikan di pengadilan. Yang penting tanahnya bebas dulu untuk kepentingan pembangunan jalan tol. Toh PPT (Panitia Pengadaan Tanah) sudah menitipkan uang ganti untungnya ke pengadilan,” tegasnya.
Pihaknya pun sudah mengirimkan surat permohonan eksekusi lahan ke PN. Tapi surat yang dikirimkan 22 Januari 2018 itu belum ada tanggapan hingga sekarang. Padahal, pengalaman pembebasan lahan dengan konsinyasi di sejumlah titik di Kendal, Pekalongan, dan Batang, beberapa waktu lalu, tidak ada masalah. Termasuk konsinyasi karena lahan sengketa seperti terjadi di Ngaliyan ini.
“Dulu sudah ada masalah seperti ini. Tapi dalam waktu sekitar 30 hari, lahan bisa dieksekusi PN wilayah setempat. Nah ini kok tidak bisa? Masa beda wilayah aturannya beda? Toh acuan regulasinya sama,” bebernya.
Dia pun mendorong PN Kota Semarang untuk segera melakukan eksekusi. Jika tidak, jalan tol Semarang-Batang terancam tidak bisa difungsionalkan untuk arus mudik Lebaran tahun ini.
Sementara itu, juru bicara PN Semarang Mochamad Sainal menjelaskan, pihaknya akan mengecek keberadaan berita acara penitipan uang ganti rugi warga terdampak proyek tol Semarang-Batang itu. “Di berita acara konsinyasi tentunya ada pihak yang berhak menerima uang ganti rugi tersebut,” katanya.
Jika memang masih terdapat sengketa atas lahan yang dimaksud, lanjutnya, harus dituntaskan dahulu. Menurut dia, pengadilan tidak bisa begitu saja melaksanakan eksekusi atas objek tertentu tanpa ada permohonan. “Kalau meminta dieksekusi, tentu harus ada permohonan yang disampaikan ke pengadilan,” imbuhnya.
Berkaitan dengan proyek jalan tol ini, lanjut dia, pengadilan tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. “Pengadilan merupakan lembaga independen yang memutus suatu perkara atas azas keadilan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. (amh/ric)

Berita sebelumyaAksi Tolak UU MD3
Berita berikutnyaGuru Jadul Vs Students Zaman Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...