Jamaluddin (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Anggota Komisi E DPRD Jateng, Jamaluddin menyebut salah satu kunci utama membantu program pengentasan kemiskinan adalah inovasi dari masyarakatnya. Menurut Jamaluddin, saat ini berdasarkan data statistik, angka kemiskinan di Jateng termasuk tertinggi, yakni sekitar 4,20 juta jiwa dan jumlah pengangguran sebesar 4,57 persen. Kondisi tersebut menurut Jamal memerlukan solusi untuk mengatasinya.

“Saat berbincang dengan masyarakat dan pemuda di Wonosobo dalam reses pekan lalu, kami menyampaikan perlunya beberapa hal. Diantaranya pembangunan mental mandiri untuk pemuda, pentingnya inovasi yang kuat dari kita dan optimistis untuk menatap masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini banyak peluang di daerah dan pemerintah yang bisa diakses untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Yang penting kuncinya inovasi yang kuat di internal, yakin dan mantap di hati dalam berusaha. “Karena di era sekarang kerja keras dan keyakinan yang kuat serta punya inovasi merupakan modal utama untuk kita mampu mengurangi angka kemiskinan,” jelasnya.

Politisi PKS ini menambahkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menunjukkan, Maret 2015, persentase kemiskinan stagnan di angka 13,58 persen. Namun, angka itu kembali turun pada September 2015 menjadi 13,33 persen atau sebesar 4,5 juta jiwa. Maret 2017, angka kemiskinan kembali turun menjadi 13,01 persen atau sebesar 4,45 juta jiwa.

Selanjutnya, pada September 2017, jumlah penduduk miskin Jateng mencapai 4,20 juta orang (12,23 persen). Kondisi tersebut berkurang sebesar 253,23 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 4,45 juta orang (13,01 persen). “Butuh inovasi dan perhatian serius untuk mengatasi kemiskinan di Jateng,” tambahnya. (fth/ric)