Ditemukan 18 Penderita HIV Baru

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Catatan angka komulatif penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga tahun 2017 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Magelang 126 penderita. Terdiri dari 93 HIV, 33 AIDS dan 26 di antaranya meninggal dunia.
Sedangkan kasus baru, tahun lalu ditemukan 18 penderita HIV, 2 AIDS dan 1 penderita meninggal dunia. Grafik jumlah penderita mulai tahun 2004-2017 terus menunjukkan peningkatan.
“Kami yakin, masih ada yang belum ditemukan, dan untuk tahun 2018 ini, belum ada laporan temuan baru,” kata Sekretaris KPA Kota Magelang, Surasmono mewakili Ketua KPA Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang juga Wali Kota Magelang itu, kemarin.
Saat ini, begitu ada kasus ditemukan, sistem informasi HIV/AIDS (Si Hai) sudah jalan. Pemeriksaan dini HIV/AIDS justru menyasar pada orang-orang sehat. Terlebih bagi yang berada dalam pusaran populasi kunci (Poci) -yang riskan terdampak penyakit mematikan itu. Yakni  laki-laki suka laki-laki (LSL), waria, pengguna narkoba jarum suntik (penasun), wanita pekerja seks (WPS) dan laki-laki berisiko tinggi. “Nama pemeriksaannya, voluntary counselling test (VCT),” sebutnya.
Ia menyebutkan penderita terbanyak dari golongan usia produktif, antara 25-49 tahun. Namun bila dilihat dari sisi pekerjaan, swasta sebanyak 48 persen atau 61 penderita, disusul ibu rumah tangga (IRT) 26 penderita atau sekitar 21 persen. Sementara dari poci, LSL ada 1, WPS ada 2 penderita.
Terus terang, Surasmono meragukan keakuratan data penderita HIV/AIDS dari kalangan IRT yang menduduki urutan kedua terbanyak. Sebab, mengaku sebagai IRT saat ditanya oleh petugas, adalah alasan yang paling mudah.
“Bisa saja dulu WPS, terus menikah dan sekarang mengaku IRT. Tapi ada kemungkinan juga ibu-ibu yang tertular dari suaminya yang suka “jajan” di luar. Kami masih ragu apakah itu murni ibu rumah tangga atau nggak,” bebernya.
Pengelola Program KPA, Sri Hartati menambahkan, ia terus menggalakkan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat umum. Termasuk para pelajar juga menjadi sasaran program kerjanya. (put/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -