KANTOR BARU : Ketua Baznas Demak, H Bambang Soesetiarto bersama Kabag Kesra Anang Badrul Kamal dalam penempatan kantor baru, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)
KANTOR BARU : Ketua Baznas Demak, H Bambang Soesetiarto bersama Kabag Kesra Anang Badrul Kamal dalam penempatan kantor baru, kemarin. (Wahib Pribadi/Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Demak hingga kini telah berhasil menghimpun dana zakat dari masyarakat dan kalangan pegawai negeri sipil (PNS) dengan nilai sebesar Rp 3,25 miliar.

Dana tersebut ditasarufkan atau disalurkan kepada 8 golongan yang berhak. Ketua Baznas Demak, Bambang Soesetiarto mengatakan, dari dana yang dihimpun ini antara lain juga untuk membantu pembangunan masjid dan musala serta memberikan beasiswa bagi mahasiswa dari kalangan keluarga miskin atau tidak mampu secara ekonomi.

Pada 2016 hingga 2017 sudah tercatat ada 8 orang mahasiswa yang telah memperoleh beasiswa dari Baznas Demak. Masing masing mendapatkan Rp 25 juta per tahun. Dana itu ditransfer kepada penerima setiap bulannya sesuai kebutuhan.

“Mereka yang memperoleh beasiswa kriterianya berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri. Adapula yang hafidz hafidzah atau hafal Alquran,” katanya di sela acara penempatan kantor Baznas yang baru. Sejumlah warga Demak yang diberi beasiswa di antaranya ada yang kuliah di Fakultas Kedokteran dan Gizi Undip Semarang.

Kemudian, mahasiswa di Politeknik Pos Bandung, Polines Semarang dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.  Bahkan, yang sebelumnya kuliah di Unsoed kini lanjut kuliah di Universitas Al Azhar Mesir. Yakni, Qotrunnada asal Wedung.

Untuk 2018 ini, penerima beasiswa dari Baznas mereka yang kuliah di Kedokteran Gigi, Kimia Nuklir dan Teknik Sipil. Menurutnya, dana beasiswa untuk pembiayaan kos, bisa hidup, uang transportasi dan biaya kuliah.

Kabag Kesra Setda Pemkab Demak, Anang Badrul Kamal mengatakan, kinerja Baznas diharapkan makin membumi di masyarakat. Dengan demikian, kewajiban pemerintah daerah bisa lebih ringan.

“Baznas bertugas ikut menurunkan angka kemiskinan. Di Demak sendiri masih ada 13 persen penduduk miskin dari 1,2 juta jiwa. Artinya, ada sektar 120 ribu lebih yang miskin,” imbuhnya.

Anang menambahkan, kemiskinan tidak hanya dari sisi harta benda saja. Namun, juga sulitnya akses atau sarana pendidikan. “Karena itu, adanya beasiswa dari Baznas ini sangat berguna bagi mahasiswa kurang mampu,”kata dia. (hib/lis)