BERGELOMBANG : Pekerja mengoperasikan alat berat untuk mengelupas Jalan Kaligawe, Semarang, kemarin. Lapisan aspal di jalan tersebut akan diganti dengan yang baru. (John waheed/jawa pos radar semarang)
BERGELOMBANG : Pekerja mengoperasikan alat berat untuk mengelupas Jalan Kaligawe, Semarang, kemarin. Lapisan aspal di jalan tersebut akan diganti dengan yang baru. (John waheed/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 24 Semarang, Demak dan Trengguli melakukan pekerjaan pengelupasan aspal di sepanjang Jalan Kaligawe Raya, Senin (5/3). Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Februari tersebut diawali dari depan lampu merah terminal Terboyo menuju ke arah barat atau tepatnya di depan kampus Unissula.

“Untuk perbaikan jalan itu dilakukan satu sisi sehingga sisi lainnya masih bisa dilalui oleh kendaraan lain. Dan nantinya semuanya (jalan) akan dilakukan pengelupasan aspal,” kata Penilik Jalan, Kuat Setyono, kemarin.

Lebih lanjut Kuat menambahkan untuk pengelupasan aspal berikutnya akan dilakukan mulai dari depan traffic light terminal Terboyo menuju timur kearah Demak. Sampai saat ini pekerjaan tersebut sudah sampai depan kampus Unissula yang memang kondisi jalannya rusak parah karena terkena banjir dan rob. Beberapa truk terlihat mengantre untuk memuat aspal yang rusak.

“Ini yang dikelupas aspalnya, sedangkan aslinya berupa jalan beton sehingga masih kuat dan nanti masih digunakan atau dilakukan pengaspalan kembali,” ungkapnya.

Untuk pekerjaan pengelupasan jalan ini ditargetkan selesai dalam dua minggu. Pekerjaan pengelupasan ini dilakukan di Jalan Kaligawe Raya. Jalan tersebut rusak berat karena terkena banjir dan beban dari kendaraan sehingga aspal menjadi bergelombang.

Salah seorang pengemudi truk, Siswanto mengatakan dengan adanya pekerjaan ini membuat lalu lintas menjadi sedikit macet.

Siswanto mengaku tidak masalah dengan kemacetan sementara. Sebab jalannya akan menjadi semakin baik dan enak dilalui. “Tidak masalah yang penting bisa dilalui karena hampir dua minggu melewati jalur ini,” imbuhnya. (hid/ric)