Pencarian Fauzan Temui Jalan Buntu

Tim SAR Terkendala Cuaca

433
MENYISIR: Tim SAR BPBD Kendal melakukan penyisiran untuk mencari M Fauzan yang tenggalam di Sungai Kalibodri, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENYISIR: Tim SAR BPBD Kendal melakukan penyisiran untuk mencari M Fauzan yang tenggalam di Sungai Kalibodri, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Tim Search and Resque (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal bersama warga masih melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Fauzan, 9, warga Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring yang tenggelam di Sungai Kalibodri.

Pasalnya pencarian yang dilakukan sejak Minggu (4/3) hingga Senin (5/3) kemarin belum membuahkan hasil. Pencarian sendiri dilakukan dengan menyisir Sungai Kalibodri dari lokasi kejadian tenggelam di Desa Korwelang Kulon hingga ke muara sungai Desa Pilangsari sejauh lima kilometer.

“Pencarian korban kami perluas, yang awalnya hanya sekitar lokasi kejadian. Saat ini tim SAR BPBD Kendal melakukan penyisiran hingga muara sungai Bodri,” ujar Kasi Penjagaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Untung Tri Puji hartiono.

Ia menjelaskan jika tim SAR mengalami kendala karena cuaca yang tekan menentu. “Terutama hujan deras yang terjadi selama semalam membuat arus sungai menjadi kuat sehingga mempersulit pencarian,” tuturnya.

Kondisi cuaca menurutnya tidak memungkinkan untuk tim SAR melalukan pencarian. Jika dilanjutkan maka bisa membahayakan keselamatan dari Tim SAR itu sendiri. “Hari ini (kemarin, Red) juga hujan jadi pencarian sempat kami hentikan,” jelasnya.

Ia menambahkan dalam pencarian itu pun juga dibantu oleh pihak Badan SAR Nasional dan tim relawan lainnya. Tak cukup sampai disitu, pihaknya mengerahkan dua perahu karet untuk mempercepat pencarian. “Biasanya ada batas waktu 3 hari pencarian. Namun hal itu dapat diperpanjang,” jelasnya.

Para tim relawan pencarian itu pun terus berupaya dalam pencarian Fauzan. Mereka pun sampai-sampai membuat ombak buatan dengan cara perahu karetnya berputar-putar di atas sungai dengan harapan tubuh Fauzan muncul ke permukaan.

Kades Korowelang Kulon, Triyono selain Tim SAR dan relawan, warga Korowelang juga membantu pencarian bocah Fauzan. “Kami akan melakukan pencarian hingga korban ditemukan,” tandasnya.

Ia juga meminta kepada Tim SAR meski ada batas waktu tiga hari, tapi ia meminta agar terus melakukan pencarian. “Sebab kasihan keluarga yang terus menangis dan khawatir setiap saat,” tandasnya. (bud/bas)