33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Investor Pasar Modal Meningkat

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM , SEMARANG – Industri pasar modal berangsur dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah. Hal ini terlihat dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang terus meningkat.
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Semarang, Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, jumlah SID pada tahun 2012 sebanyak 14.726, kemudian meningkat menjadi 18.422 pada tahun 2013. Lalu naik lagi pada 2014 menjadi 21.591, pada 2015 kembali meningkat menjadi 37.309, 2016 menjadi 47.594 dan 2017 menjadi 54.411. “Jika diprosentasekan dari 2012 sampai 2017 terjadi 269 persen peningkatan,” ujarnya, kemarin.
Peningkatan tersebut tak lepas dari peran BEI dan sejumlah pihak terkait dalam mengedukasi masyarakat terkait pasar modal. Termasuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, yaitu dengan membuka galeri investasi.
Senada dengan yang diungkapkan Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK , Luthfy Zain Fuady. Literasi masyarakat akan pasar modal dinilai masih sangat minim dibanding dengan literasi akan industri keuangan lainnya. Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan guna meningkatkan literasi masyarakat.
“Secara nasional literasi pasar modal baru mencapai 4,4 persen. Dari 4,4 persen tersebut baru 1,14 persen saja yang sudah menggunakan pasar modal sebagai sarana berinvestasi,” ujarnya. Hal tersebut bisa dilihat dari SID yang ada di KSEI, untuk domestik belum mencapai 1 juta. Beda dengan perbankan yang justru terbalik. Yaitu penggunaan oleh masyarakat lebih tinggi daripada literasi.
Oleh karena itu, pihaknya bersama sejumlah pihak terkait gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, khususnya pada siswa Sekolah Menengah Atas serta Perguruan Tinggi. Anak-anak muda ini diharapkan dapat menyebarkan informasi serta berinvestasi di pasar modal.
“Mahasiswa ini menjadi agent of change. Mereka bisa menularkan informasi ke keluarga, tetangga maupun orang-orang sekitar. Selain itu, mereka juga sudah dekat dengan lingkungan kerja dan segera berpenghasilan. Sehingga sudah bisa mulai merancang untuk berinvestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain gencar menyosialisasikan pasar modal ke masyarakat, pihaknya juga tak lupa mengedukasi dan memperbarui informasi seputar pasar modal pada internal OJK. Sehingga bisa lebih diandalkan oleh masyarakat dalam mendapatkan informasi. “Teman-teman di daerah juga perlu memahami produk pasar modal, karena menjadi tumpuan pertanyaan oleh masyarakat,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Siapkan Menu Angkringan di Hotel

MAGELANG –Persaingan di bidang jasa perhotelan makin kompetitif. Hotel Safira Magelang mempersiapkan diri menghadapi tantangan tersebut. Dalam waktu dekat, hotel bintang tiga ini akan...

Sulap Kijang Lawas Jadi Fun Off Road

Dibandingkan dengan mobil saat ini, mobil keluaran tahun 1990an memang terlihat kuno. Namun di tangan Mokhamad Sukarno, mobil Kijang Super disulap jadi lebih kece...

Berbahaya, Warga Diminta Waspada SUTET

BATANG – Warga Kabupaten Batang yang dilewati Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) harus waspada. Sebab risiko cukup besar menghantui masyarakat yang hidup dibawah...

Hari Ini, Trotoar Harus Selesai

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pemkot Salatiga berharap proyek pembangunan trotoar di Jalan Diponegoro dan Fatmawati tuntas pada 20 Januari 2018. Selama melewati batas akhir tahun...

Fanny Nabiella, Bocah 6 Tahun Koleksi 110 Piala Lomba Menggambar

Fanny Nabiella layak masuk rekor. Di usianya 6 tahun, dia sudah mengoleksi sedikitnya 110 piala dari sejumlah lomba menggambar dan mewarnai yang diikutinya. Bahkan,...

Sekolah Pertama yang Gelar Lomba Baca Puisi

TEMANGGUNG- MTs Al-Mu'min Muhammadiyah Tembarak Temanggung menggelar lomba baca puisi tingkat SD/MI se Jateng, Sabtu (23/4) lalu. Sedikitnya 50 peserta dari berbagai kota di...