Biasa Hidup Disiplin

2157
Anissa Rizki Damayanti (DOKUMEN PRIBADI)
Anissa Rizki Damayanti (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – KEDISIPLINAN sudah menjadi menu sehari-hari Anissa Rizki Damayanti ketika masih kecil. Karena itu, ketika resmi menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Subdenpom IV/3-3, dia sudah tidak kaget dengan displin yang selalu ditekankan senior-seniornya.

Perempuan kelahiran, 28 Desember 1993 ini berasal dari keluarga TNI. Sejak kecil, dirinya telah dibiasakan oleh kedua orang tuanya untuk hidup disiplin. Menurutnya, disiplin memang sesuatu yang sangat penting. “Setelah masuk pendidikan militer, disiplin yang ditanamkan ke saya tidak jauh seperti yang diajarkan kedua orang tua,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketika berusia belasan, kedua orang tuanya mengajarkan disiplin, yakni tidak memperbolehkan pulang malam dan menginap di rumah temannya. Kebiasaan itulah yang terbawa di pola hidupnya setelah berkarir menjadi Kowad.

“Disiplin bangun pagi, pulang sekolah tidur siang, makan sore telah tertata di siklus pola hidup saya sejak dulu. Jadi, dibiasakan disiplin oleh orang tua saya,” tuturnya.

Dikatakannya, kebiasaan disiplin membuatnya enggan untuk membuat pelanggaran di kesatuan TNI. Namun terkadang dirinya juga ingin sekali melakukan pelanggaran seperti pulang kerja lebih awal. “Tapi itu tidak saya lakukan, karena saya mengingat bekerja sama negara. TNI ada tugas maupun tidak tetap dapat gaji. Rasa bosan pulang lebih awal juga ada. Tapi bagaimana kita menyikapinya untuk dapat menahan diri,” kata wanita yang sering disapa Annisa ini.

Ia mengaku sangat malu jika melihat anggota TNI yang tidak tertib saat menjalankan tugas. Rasa malunya tersebut karena banyak masyarakat yang memperhatikan. “Misalnya anggota kebut-kebutan di jalan, saya suka gregetan siapa itu yang membuat malu. Bukannya saya sok Polisi Militer, tapi karena dilihat masyarakat,” jelasnya.

Dia pun berprinsip sebagai seorang Kowad harus dapat menghidari pelanggaran. Sikap tidak disiplin¬† ini dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan nama besar TNI. “Bagi saya, kalau banyak melakukan pelanggaran dapat membuat malu citra TNI,” ujarnya. (amh/aro)