Berharap Cetak Wasit Nasional

366
BERI PENJELASAN: Pelatihan wasit dasar tingkat Nasional digelar di aula Kecamatan Tingkir. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PENJELASAN: Pelatihan wasit dasar tingkat Nasional digelar di aula Kecamatan Tingkir. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebanyak 70 pegiat atletik mengikuti pelatihan wasit dasar tingkat Nasional yang dilaksanakan selama empat hari di aula Kecamatan Tingkir, kemarin. Pelatihan ini sangat penting mengingat Kota Salatiga dikenal sebagai Kota pencetak atlet atletik yang handal. Namun ternyata belum memiliki wasit atletik yang bersertifikat.

Ketua PASI kota Salatiga, Henry Wicaksono menuturkan, kegiatan ini dilakukan atas inisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta PASI cabang Salatiga dan digelar gratis. “Kegiatan ini sangat penting dan ternyata peminatnya cukup banyak. Biasanya pelatihan wasit seperti ini sangat jarang digelar dan jika dilakukan pun berbiaya yang cukup besar,” terang Soni, sapaan akrab Henry Wicaksono.

Pelatihan di isi dengan berbagai materi yang cukup lengkap. Dan diharapkan imbasnya akan bisa tersebar ilmu perwasitan ini sampai ke tempat asal peserta yang mengikuti kegiatan ini. Ia menandaskan jika kota Salatiga kedepan tetap akan menjadi kiblat pembinaan atletik di Indonesia.

“Setelah ada wasit handal, nantinyqa ada pelatihan pelatih, manajemen perlombaan dan berbagai kegiatan yang bisa menjadikan even olahraga sebagai tujuan wisata olahraga dan nantinya menuju ke peningkatan ekonomi masyarakat,” papar pria yang dikenal sebagai pengusaha ini.

Sementara itu, F Triyono dari Dispora kota Salatiga menuturkan, pelatihan ini untuk mempersiapkan diri jika nanti ada even–even besar di Kota Salatiga. Pasalnya selama ini, tidak ada wasit asal Kota Salatiga.  “Ini menjadi jalan untuk regenerasi wasit dan pelatih yang sudah lama berkecimpung di lapangan. Jika ilmu dasar mengenai wasit ini semua pelatih tahu, maka diharapkan dalam melakukan pembinaan akan terarah dan memahami peraturan perlombaan,” jelas dia.

Kegiatan ini diisi Umaryono, perwakilan dari PB Pasi, JJ Siswanto dari Pengprov PASI Jateng dan juga dari sejumlah narasumber lainnya.“Nanti akan diisi dengan teori dan praktik serta tes. Hasilnya, peserta akan lulus jika melewati nilai batas kelulusan yakni 60. Namun jika hendak melanjutkan ke tingkat madya, maka minimal nilai yang harus diperoleh adalah 80,” imbuh JJ Siswanto. (sas/bas)