Sudirman Kunjungi Rumah Anin

443
SILATURAHMI : Calon Gubernur Jateng Sudirman Said saat menemui Anindya Helga yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang. (ISTIMEWA)
SILATURAHMI : Calon Gubernur Jateng Sudirman Said saat menemui Anindya Helga yang dikeluarkan dari SMAN 1 Semarang. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kejadian yang menimpa siswa SMAN 1 Semarang Anindya Helga (Anin) dan Muchammad Afif Ashor (Afif) menarik simpati berbagai pihak. Calon Gubernur Jateng Sudirman Said salah satunya. Sabtu (3/3) malam, Sudirman mengunjungi kediaman Anin di Jalan Selomoyo Mukti Barat, Semarang.

“Saya harus mendalami ini semua. Tapi secara sepintas saya ingin mengingatkan bahwa pendidikan itu tidak hanya untuk membangun pengetahuan, tapi juga kreativitas dan inisiatif anak-anak,” kata Sudirman.

Dia mengatakan, keseimbangan antara pendidikan di ruang kelas dan organisasi penting dijaga. Tindakan yang terlalu keras terhadap aktivitas organisasi akan membuat mereka terganggu dalam pengembangan kreativitas. “Jadi, tetap harus dilihat hati-hati. Tapi bagaimanapun yang diutamakan harus kepentingan siswa,” ujarnya.

Menurut Sudirman,  jika terbukti ada kasus bullying memang harus ada tindakan. Tetapi, imbuh pria yang berhasil membubarkan Petral ini, harus kembali pada spirit pendidikan, disamping membangun pengetahuan juga harus  membangun perilaku.

“Pengembangan keterampilan kreativitas cara mereka memperoleh lifeskill. Dan berorganisasi termasuk bagian pembangunan attitude dan perilaku. Harus ada keseimbangan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, lanjutnya, memang sejak beberapa tahun terakhir pengelolaan SMA dan SMK diambil alih oleh provinsi, jadi sudah waktunya pemprov mengambil tindakan.  “Karena selain soal bully, juga persoalan lain banyak yang melilit SMA dan SMK. Saya rasa ini adalah alarm bagi kita,” katanya.

Pria yang membongkar kasus Papa Minta Saham tersebut juga berpesan pada Anin bahwa semua ujian harus dihadapi. “Ini harus dinikmati. Karena tidak semua orang mendapat atau dihadapkan persoalan seperti ini. Yang menimpa Anin ini bisa menjadi inspirasi kita semua, bahwa jangan pantang menyerah menegakkan kebenaran,” ujarnya.

Sudirman menegaskan bahwa kunjungannya tersebut bukan urusan cagub, namun urusan hati, urusan kemanusiaan. “Karena saya pernah mengalami kejadian hampir sama, ujian dalam pendidikan. Kalau saya lebih ke soal pembayaran. Saya merasakan betul ketika sedang semangat-semangatnya belajar terus ujian besar menghadang,” katanya.

Setelah ngobrol beberapa saat, Sudirman bertanya lebih jauh soal Anin. Dan juga menyinggung soal umur. Ternyata keduanya memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama, yakni 16 April.  “Wah, serba kebetulan. Semoga Anin mendapat kemudahan dan kekuatan dalam kejadian ini,” pesannya.

Sementara itu Anin berharap dapat mengikuti jejak Sudirman dalam menempuh jenjang pendidikan serta karir. “Setelah saya melihat sendiri, saya meyakini Pak Dirman orang yang bijak. Pengin meniru jejak beliau,” harapnya. (fth/ric)