Seniman Maroko Kepincut Tari Jawa

367
BIKIN KAGUM : Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menyuguhkan Macapat Dandanggula dengan tarian khas Jawa di hadapan warga Maroko. (istimewa)
BIKIN KAGUM : Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menyuguhkan Macapat Dandanggula dengan tarian khas Jawa di hadapan warga Maroko. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Maroko terkesima dengan lenggak-lenggok tarian Jawa yang dibawakan Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo. Bahkan, tak sedikit seniman asal Maroko yang ingin belajar dan menguasai tarian Jawa.

Pada peringatan Hari Bahasa Ibu Celebration de la Journee Internationale de la Langue di Aula Institute Royal Pour la Culture Amazigh, Rabat, Minggu (4/3), Yoyok berkolaborasi dengan staf dari KBRI Rabat. Dengan performa yang sangat bagus, mereka mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi Aula Institute Royal Pour la Culture Amazigh, Rabat.

Media massa cetak maupun televisi setempat merespon positif event tersebut dengan melakukan kegiatan liputan. Antara lain oleh Maghreb Arab Press (MAP) sebagai Kantor Berita Resmi Maroko dan Channel TV 1 Maroko, saluran televisi nasional yang banyak ditonton masyarakat.

Yoyok merasa terhormat bisa dipercaya mewakili Indonesia untuk menunjukkan tarian Jawa di luar negeri. Ini bisa menjadi kebanggan warga Indonesia karena seni tradisonalnya justru diapreasisi hingga Maroko. “Suatu kehormatan sebenarnya bagi Indonesia. Warga Maroko sampai penasaran dengan seni budaya kita,” katanya.

Partisipasi aktif KBRI Rabat pada kegiatan seni budaya antar negara tersebut dalam upaya meningkatkan citra positif Indonesia. Promosi seni budaya seperti ini juga memperkenalkan keragaman seni budaya khas nusantara kepada publik, baik lokal maupun internasional di Maroko.

Penonton dengan antusiasme menyaksikan acara Celebration de la Journeee Internationale de la Langue Maternelle termasuk penampilan Macapat Dandanggula sebagai salah satu warisan orisinil dan tradisional nusantara. Kehadiran seni budaya Indonesia pada tahun mendatang akan terus ditingkatkan untuk mendorong pemahaman masyarakat di Maroko akan Indonesia yang pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan asal Maroko ke Indonesia. (amh/ric)