RAMAH LINGKUNGAN: Tiga mahasiswa KKN UPGRIS dan Jumari saat mengolah kotoran sapi menjadi biogas. (YULIAWATI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAMAH LINGKUNGAN: Tiga mahasiswa KKN UPGRIS dan Jumari saat mengolah kotoran sapi menjadi biogas. (YULIAWATI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BANYUBIRU – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) manfaatkan kotoran sapi menjadi biogas. Realisasi pembuatan biogas diawali dengan mengadakan penyuluhan dengan tema “Mewujudkan Desa Mandiri Penghasil Energi dari Kotoran Sapi”. Penyuluhan diadakan di aula Balai Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Minggu (25/2) lalu.

“Penyuluhan tersebut memberikan pengetahuan kepada warga tentang cara pembuatan biogas dari kotoran sapi dengan tepat dan aman,” ujar Anggota Tim KKN UPGRIS Desa Wirogomo, Yuliawati kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan Yulia, Wirogomo adalah desa yang mayoritas masyarakatnya peternak sapi. Selama ini, warga belum memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas. Sehingga penyuluhan tersebut sangat tepat bagi masyarakat desa setempat.

Setelah penyuluhan, Tim KKN UPGRIS bersama warga merealisasikan pembuatan biogas di rumah Jumari, warga Dusun Keningar RT 01 RW 09 Desa Wirogomo. Pembuatan biogas tersebut berlangsung selama tiga hari.

“Saya ingin memulai dan memberikan contoh kepada warga lain untuk ikut memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi sesuatu yang berguna. Selain itu, saya ingin menghemat energi dengan menggantikan gas elpiji dengan gas dari fermentasi kotoran sapi,” papar Jumari.

Menurut Jumari, pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas menjadi inovasi yang sangat baik bagi masyarakat pedesaan. Selain ramah lingkungan, outlet kotoran sapi juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. “Ini sangat cocok bagi masyarakat Wirogomo yang bekerja sebagai petani sayur,” katanya. (bis/aro)