Kenaikan BBM Kerek Inflasi

265

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Inflasi Jateng pada Februari lalu mencapai 0,36 persen. Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu pemicu tingginya inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, inflasi Jateng pada Februari ini tergolong cukup tinggi. Sebab diatas rata-rata inflasi nasional yang sebesar 0,17 persen. Beberapa kelompok komoditas menjadi penyebab utama inflasi Jateng kali ini. Diantaranya, naiknya harga bawang putih, bawang merah, bensin, tukang bukan mandor dan cabai rawit. “Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang sangat bergantung pada cuaca. Musim penghujan ini biasanya pasokan berkurang, sehingga harga naik,” ujarnya.

Namun demikian, terdapat juga komoditas yang menahan laju inflasi. Diantaranya adalah turunnya harga telur, ayam ras, kacang panjang, daging ayam ras, minyak goreng dan kentang.

Inflasi di provinsi ini, lanjutnya, terjadi di semua enam kota survei biaya hidup (SBH). Inflasi tertinggi di Kota Kudus sebesar 0,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,81. Kota berikutnya adalah Surakarta sebesar 0,49 persen dengan IHK sebesar 127,53 dan Cilacap sebesar 0,38 persen dengan IHK 130,65, Kota Purwokerto dan Kota Tegal mengalami inflasi terendah yaitu 0,05 persen dengan IHK masing- masing sebesar 129,76 dan 128,97.

“Inflasi juga terjadi di lima ibukota provinsi di Pulau Jawa tertinggi terjadi di DKI dan Semarang masing- masing sebesar 0,37 persen, kemudian diikuti Bandung sebesar 0,22 persen, dan Serang 0,15 persen. Sedangkan inflasi terendah di Surabaya sebesar 0,14 persen. Kemudian daerah yang mengalami deflasi adalah Jogjakarta sebesar 0,05 persen,” ujarnya. (dna/ric)