Ganjar Bayar Sewa Rusunawa

512
DICURHATI KAKEK-KAKEK : Karno, lansia yang tinggal di Rusunawa Kraton curhat kepada petahana Ganjar Pranowo bahwa dirinya bakal diusir jika tidak sanggup bayar uang sewa rusun. (istimewa)
DICURHATI KAKEK-KAKEK : Karno, lansia yang tinggal di Rusunawa Kraton curhat kepada petahana Ganjar Pranowo bahwa dirinya bakal diusir jika tidak sanggup bayar uang sewa rusun. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Ketika menggelar kampanye di Tegal, petahana Ganjar Pranowo dicurhati Karno. Kakek 73 tahun itu mengaku tidak bisa bayar uang sewa di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kraton, Jalan Sipelem, Kelurahan Kraton, Tegal Barat, hingga terancam diusir.

Curhatan itu dilemparkan ketika duduk lesehan di lantai bawah rusunawa setelah senam pagi. “Pak Ganjar, tolong, saya mau diusir dari rusunawa,” kata Karno membuka pembicaraan.

Ganjar awalnya bingung dan tak paham maksud kakek itu. Ia meminta kakek itu lebih mendekat dan menerangkan lebih jelas. Karno kemudian menarik nafas panjang. Ia memperlihatkan secarik kertas kepada Ganjar seraya menerangkan kondisinya dengan terbata-bata. Ia tinggal sebatang kara di rusunawa. Ia tak tahu harus tinggal di mana jika diusir. Karno tak punya rumah lain, harta benda juga tak ada. “Oo jadi bapak ini mau diusir karena tidak mampu membayar angsuran? Sudah menunggak berapa lama?” tanya Ganjar.

Karno mengatakan, dirinya tiga tahun menempati rusunawa tersebut. Biasanya uang sewa dibayar oleh anaknya. Namun setelah sang anak diberhentikan dari pekerjaannya, suplai uang sewa Karno praktis berhenti. Terhitung Karno tak lagi bisa membayar uang sewa sejak Juli 2016 hingga sekarang. “Total tunggakan ya kira-kira ada kalau Rp 5 juta,” kata Karno.

Ganjar kemudian memanggil pengurus rusunawa dan memastikan tunggakan sewa rumah Karno akan ia tanggung. “Bapak tidak perlu khawatir, hari ini saya selesaikan administrasinya,” katanya.

Ganjar menyatakan, persoalan yang dialami Karno banyak sekali di Jateng. Untuk itulah pada periode pertama kepemimpinannya di Jateng menerbitkan Kartu Jateng Sejahtera. Pemegang kartu berhak menerima uang santunan sebesar Rp 250 ribu per bulan. Dalam setahun, warga yang menerima KJS lebih dari 12 ribu jiwa.

”Nah, yang seperti Pak Karno ini harus kita data. Pak Karno termasuk golongan warga yang tidak mampu maka harus mendapatkan jaminan. Pendataan harus kita update terus menerus supaya persoalan-persoalan yang tidak dialami oleh Pak Karno tidak terjadi lagi,” katanya.

Ganjar juga sempat memeriksa kondisi rusunawa. Menurutnya, Rusunawa Kraton perlu memperbaiki perawatan dan sistem pengelolaannya. “Saya ingin memastikan rusunawa-rusunawa di Jateng itu layak huni. Apalah butuh bantuan pemerintah untuk pengelolaan dan perawatannya, maka saya siap mengusahakannya,” terang Ganjar. (amh/ric)