Dihadang Medan Berat, BI Berhasil Kirim Bantuan

444
BANTUAN - Tim bansos BI KPw Tegal saat melakukan misi bantuan logistik kepada korban bencana di Brebes. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BANTUAN - Tim bansos BI KPw Tegal saat melakukan misi bantuan logistik kepada korban bencana di Brebes. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Pasca bencana tanah longsor dan banjir di Kecamatan Salem dan Kecamatan Losari Kabupaten Brebes Jawa Tengah, masyarakat setempat membutuhkan banyak bantuan logistik. Hal ini, ditanggapi Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Tegal dengan mengirimkan bantuan logistik.

“Dengan bencana dahsyat yang terjadi, kami fokus pemulihan warganya. Untuk itu, kami kirimkan bantuan yang setidaknya bisa menolong mereka,” ucap Kepala BI KPw Tegal Joni Marsius, Minggu (4/3).

Bantuan kata Joni, sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (3/3/2018) kemarin dengan mengirim beberapa tim. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Winduasri, Kepala  Desa Capar, Sekcam Sales dan perangkat Desa Capar maka penyerahan bantuan diarahkan langsung ke posko di Desa Capar yang berjarak 7 km dari Desa Winduasri. Lokasi Desa tersebut terisolasi sejak adanya musibah longsor dan banjir.

Manajer Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Tegal, Busro, menceritakan, agar bisa memasuki desa yang dimaksud tim bantuan harus melewati jalan rusak dan sempit, hutan pinus, serta sisa-sisa banjir bandang yang merusak jalan dan jembatan.

“Rombongan BI dan awak media dipandu satu regu pasukan Batalyon 407 Padmakusuma dan Komunitas Motor Trail,” ungkapnya Minggu (4/3).

Di bawah komando Letnan Toriq dengan pengemudi Prajurit Herri serta komunitas Trail Slawi dan Tegal yg diketuai oleh Wisnu, rombongan sempat frustasi karena jalanan tertimbun longsor. Ditambah jembatan hancur ambruk oleh banjir serta jalanan ambles sedalam 1 meter. Rombongan juga dipaksa melewati jalan darurat yang sengaja dibikin baru, walaupun dengan kedalaman lumpur mencapai 30 cm.

Dengan kondisi medan berat, rombongan berencana kembali memutar balik, namun dapat masalah baru dengan tikungan jalan serta sempitnya area tidak menemukan titik untuk memutar balik kendaraan.

“Kami kembali berdiskusi, dan dengan bantuan warga sekitar serta keputusan Praka Herri pengemudi yang memandu ke lokasi, diputuskan meneruskan perjalanan yang hanya tinggal 1 km lagi,” ceritanya bersemangat.

Akhirnya rombongan berhasil menembus lokasi Desa Capar. Sehingga bisa menyerahkan bantuan langsung kepada warga. Warga setempat sangat senang dengan bantuan tersebut, karena di Desa Capar terdapat 810 orang dari 252 kepala keluarga yang terbagi di 4 RT dan 2 RW ini sangat kekurangan logistik akibat bencana kemarin. Kondisi jalan desa dan rumah warga terendam lumpur dan ada warga yang di pinggir desa mengalami longsor yang hingga kini masih ditangani dengan peralatan berat.

Bantuan yang diserahkan berupa 80 paket perlengkapan sekolah (tas, buku tulis, bolpoin, pensil, penghapus, pensil warna, buku gambar), 50 lembar alas tidur, logistik berupa 6 kuintal beras,40 dos mi instan, 50 dos sarden (1.200 kaleng).

“Kegiatan ini didukung pendanaan dari unsur karyawan dan batuan dari pihak lain, dengan total Rp 50 jutaan,” jelas Busro. (han/lis)