Profesionalisme Guru di Era Medsos

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – SOSOK guru yang diidolakan siswa adalah ramah, baik, menyenangkan, asyik, mudah bergaul, kreatif, pandai, up to date, tidak ketinggalan jaman, dan mengerti keinginan siswanya. Apalagi di jaman “now”, seorang guru harus mampu mengikuti arus teknologi yang semakin maju. Ketinggalan teknologi atau gaptek menyebabkan guru dalam mengajar kurang optimal, yang seharusnya guru mampu mengembangkan kelasnya, namun terkendala karena keterbatasannya .
Dengan teknologi yang semakin pesat, di era teknologi komunikasi (media sosial) memudahkan kita untuk melakukan banyak hal. Memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, sekaligus tak lepas dari dampak negatif yang ditimbulkan.
Dampak positifnya antara lain: 1) Pekerjaan menjadi lebih mudah dan ringan, karena waktu yang diperlukan lebih efektif dan efisien. 2) Memberikan kesempatan guru untuk mengeksplor pengetahuan dan keterampilannya. 3) Siswa dapat mengembangkan kreativitas  lebih maksimal. Banyak aplikasi android yang disediakan untuk media pendidikan, seperti : proses belajar mengajar, strategi, permainan, evaluasi, penilaian, dll. Hal ini memungkinkan kita lebih mudah mencari informasi yang dibutuhkan dan lengkap daripada hanya mengandalkan buku sebagai referensi.
Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan media sosial menjadi tantangan bagi guru, untuk membentengi siswa dari pengaruh negatif tersebut. Mudahnya dalam mengakses informasi, memungkinkan siswa untuk mencoba mencari informasi yang tidak sesuai. Seperti segala sesuatu yang berbau pornoaksi, pornografi, dan hal-hal negatif lainnya. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya edukasi dan pengawasan dari orang tua mereka, sehingga siswa dapat mengakses apapun yang diinginkan tanpa ada batasan-batasannya. Informasi-informasi negatih pun menjadi sesuatu yang tidak disadari berpengaruh buruk terhadap mental dan emosianal siswa. Terbentuk karakter-karakter baru yang lebih agresif, atau mungkin sebaliknya Disitulah tantangan terbesar kita sebagai seorang guru, untuk merubah atau membentengi siswa dari pengaruh negatif media sosial.
Untuk menghadapi pengaruh negatif dari  media sosial diperlukan guru yang profesional, yaitu guru yang selalu “bisa”. Maksudnya adalah sebagai guru harus bisa : 1) Menjadi contoh atau teladan yang baik, 2) Menguasai dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, 3) Bekerja sama dengan siswa, rekan sejawat, orang tua, dan masyarakat, 4) Menghasilkan karya (berprstasi), 5) Berkomunikasi yang baik dan santun
Guru bisa menjadi contoh atau teladan yang baik . Guru itu “digugu lan ditiru”, apapun perilaku guru akan selalu disorot oleh setiap orang terutama siswa. Guru yang berperilaku baik, disiplin, bertanggung jawab, bijaksana, akan disegani dan dijadikan teladan bagi siswa maupun masyarakat. Sehingga dapat menjadi referensi sikap yang baik untuk para siswa yang nantinya menjadikan siswa yang berkarakter sesuai yang diharapkan. Berbeda jika guru berperilaku kurang baik maka akan menambah keterpurukan perangai siswa.
Guru bisa menguasai dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yanglebih kreatif dan inovatif. Pembelajaran yang dilakukan lebih menarik yang akan menghasilkan kemajuan siswa dalam belajar. Guru harus bisa mengikuti kemajuan iptek agar tidak ketinggalan dengan siswanya. Penggunaan medsos yang semakin terbuka, guru dapat mengawal sampai di mana para siswa memanfaatkannya. Sehingga guru dapat mengontrol perilaku siswa yang melenceng. Mengarahkan penggunaan medsos yang baik. Paling tidak dapat mengurangi dan mengantisipasi penyalahgunaan manfaat dari media itu. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta semangat kompetitif juga merupakan hal penting bagi guru-guru yang profesional karena diharapkan mereka dapat membawa atau mengantarkan peserta didiknya mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memasuki era global yang melek ilmu pengetahuan dan teknologi dan sangat kompetitif.
Guru bisa bekerja sama,  artinya bisa menjalin hubungan yang baik dengan siswa, rekan sejawat, orang tua, masyarakat, dan lingkungan. Hubungan yang baik antara guru siswa misalnya guru bisa menjadi orang tua di sekolah, menjadi teman yang dapat membantu menyelesaikan masalahnya, mengenali karakteristik masing-masing. Dengan itu guru akan lebih mudah mengarahkan siswa menjadi baik. Hubungan dengan siswa, orang tua, rekan sejawat dan lingkungan masyarakat akan sangat mempengaruhi pola perilaku siswa. Biasanya siswa lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan itulah sebabnya kita harus menciptakan lingkungan masyarakat yang berkualitas sehingga dapat membendung perilaku-perilaku yang agresif.
Guru bisa berptrestasi dengan mampu menghasilkan suatu karya yang dapat dijadikan contoh, acuan, dan inspirasi. Karya yang dihasilkan bisa berupa apa saja, misalnya karya sastra, karya inovatif, kreativitas, keterampilan, dan lain-lain. Karya-karya itu bisa ditularkan kepada siswa sehingga bisa memanfaatkan kemampuan siswa, menyibukkan waktu mereka, mengisi harinya dengan hal-hal positif.
Guru bisa berkomunikasi dengan baik dan santun. Keterampilan berkomunikasi sangat penting dimiliki oleh seorang guru, karena dengan komunikasi yang baik segala sesuatu akan berjalan lancar dan menghasilkan hal yang positif. Sebagian besar masalah yang timbul dalam kehidupan sosial adalah masalah komunikasi. Jika guru tidak mampu berkomunikasi yang baik dalam pembelajaran maka akan membingungkan siswa. Jika tidak bisa mengolah kata dengan baik, benar dan santun, maka akan berdampak negatif bagi lawan bicaranya.
Kita sebagai guru yang profesional harus selalu menambah wawasan ilmu dan pengetahuan, agar mempunyai bekal yang kompeten untuk mendidik siswa. Kita tidak ragu lagi terhadap siswa dalam menghadapi tantangan teknologi di bidang media sosial ini, asalkan asalkan kita menjadi guru yang selalu “bisa”. Semoga dengan didikan kita yang baik dapat menghasilkan generasi penerus yang berpendidikan tinggi dan berkarakter kebangsaan. (as3/aro)
GURU SD Negeri 1 Kedungleper Jepara

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -