SALING MEMBELI : Para pedagang menggelar Grebeg Pasar Bulu dengan mengenakan pakaian adat mengelilingi pasar untuk menarik minat masyarakat agar berbelanja di Pasar Bulu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALING MEMBELI : Para pedagang menggelar Grebeg Pasar Bulu dengan mengenakan pakaian adat mengelilingi pasar untuk menarik minat masyarakat agar berbelanja di Pasar Bulu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lengkap dengan pakaian tradisional dilengkapi dengan beragam bawaan barang perkakas, para pedagang Pasar Bulu ramai-ramai mengelilingi dalamnya pasar, mulai lantai 3, lantai 2 hingga lantai 1. Mereka saling beli-membeli antar satu pedagang dengan pedagang lainnya. Sehingga terasa semarak dan penuh suka cita. Lantas mereka mengelilingi Tugumuda, untuk menarik perhatian masyarakat agar mau berbelanja di Pasar Bulu juga.

Mereka menamakan acara tersebut Grebeg Pasar Bulu. Dengan mengundang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) batik, kerajinan, kalung, dan handycraft. Termasuk menggelar pengobatan gratis dan festival seni taru anak-anak pedagang Pasar Bulu dan diakhiri dengan makan bersama.

Ketua Peguyuban Pedagang Pasar Bulu Lantai 3, Imam Mulyawan, mengungkapkan bahwa Pasar Bulu Semarang dulunya adalah pasar yang sangat ramai dengan aktivitas pedagang dan pembeli. Namun setelah direnovasi pada 2012 – 2014, kondisinya jauh lebih megah, bagus dan bersih dibanding sebelumnya. Bahkan, di dalam pasar dilengkapi eskalator. Namun, aktivitas perdagangan pasar justru sepi.

“Berawal dari situlah untuk menarik pembeli agar datang ke Pasar Bulu, pedagang mengadakan berbagai kegiatan yang intinya mendatangkan pembeli. Salah satunya, Grebeg Pasar Bulu,” katanya.

Khusus lantai 3 Pasar Bulu, kata Imam, jarang sekali didatangi pembeli. Padahal, di lantai tiga terdapat banyak pedagang mulai dari pedagang kecamata, gerabah, aksesoris serta peminjaman buku secara gratis. “Banyak sekali pedagang, tetapi sepi pengunjung. Kami berharap, kegiatan dapat menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Prawoto mengatakan dengan adanya kegiatan di Pasar Bulu tersebut, pihaknya akan menganggarkan dana melalui APBD untuk Grebeg Pasar Bulu tahun berikutnya. “Kami berharap, Pasar Bulu bisa ramai dan menjadi ikon Kota Semarang,” katanya.

Salah seorang pembeli, Ari Yuniarti, mengatakan Pasar Bulu merupakan pasar yang nyaman dan bersih, namun kurang ada event untuk menarik pembeli datang. “Tapi dengan adanya kegiatan ini, tentunya akan banyak pembeli yang berbelanja,” harapnya. (hid/ida)