33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Mantabkan Kuota 30 Pemain

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

RADARSEMARANG.COM – PERBURUAN Pemain tim PSIS Semarang mulai mendekati akhir. Yang terbaru, tim berjuluk Mahesa Jenar telah menggenapi kuota empat pemain asing setelah merekrut gelandang Akhlidin Israilov (Kyrgyzstan).
Sebelumnya, PSIS juga telah mengikat kontrak selama semusim kepada tiga legiun asing lainnya yaitu bek tengah Petar Planic (Serbia), gelandang Ibrahim Conteh (Sierra Leone) dan striker Bruno Silva (Brasil).
Sedangkan untuk pemain lokal, General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, PSIS masih akan mencari tambahan satu atau dua orang pemain untuk menggenapi kuota 30 pemain yang boleh didaftarkan untuk turun di kompetisi.
“Saat ini kami hanya tinggal memantapkan skuat saja. Sebelum menetapkan 30 pemain yang didaftarkan tetap akan ada tambal sulam satu hingga dua pemain. Bisa ada yang masuk atau yang kami coret juga,” kata Liluk.
Untuk rekrutan pemain lokal, manajemen Mahesa Jenar terakhir telah merekrut kiper gaek yang sebelumnya membela Semen Padang yaitu Jandia Eka Putra.”Dalam beberapa hari ke depan mungkin akan ada keputusan 30 pemain yang akan kami daftarkan di kompetisi,” sambung Liluk.
Direktur Teknik Mahesa Jenar, Setyo Agung Nugroho menambahkan, setelah Managers Meeting di Jakarta kemarin ada beberapa poin mengenai regulasi perekrutan pemain yang telah disampaikan ke klub-klub peserta.
Untuk pemain asing, kata Agung regulasit tetap seperti semula yaitu pemain boleh mendatangkan empat pemain asing dengan kuota tiga pemain asing non Asia dan satu pemain asing asal Asia.
“Di Managers Meeting kemarin disampaikan setiap tim boleh mendaftarkan minimal 18 pemain dan maksimal 30 pemain. Untuk penjaga gawang setiap tim boleh mendaftarkan minimal tiga pemain,” kata Agung dihubungi terpisah.
Kemudian untuk pemain muda, setiap tim wajib memiliki tujuh pemain U-23. Namun regulasi  tersebut tidak berlaku untuk pemain asing. Pemain asing U-23 tidak termasuk dalam kuota pemain muda U-23.
“Untuk pemain U-19 di tim senior bisa langsung bermain untuk supporting team di U-19. Begitu juga sebaliknya jika ada pemain U-19 layak tampil di tim senior bisa langsung digunakan oleh tim senior. Dan untuk pemain muda U-23 tidak wajib dimainkan di tim senior. Namun kalau dimainkan tim akan mendapatkan reward,” bebernya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

FT UMM Gelar Porseni

MAGELANG—Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar kegiatan dalam waktu hampir bersamaan. Di antaranya, Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) yang digagas oleh BEM...

Nopol Tak Standar, Pengendara Ditilang

MAGELANG—Sebanyak 10 pengendara mobil terpaksa ditilang oleh petugas Satuan Lalu Lintas Polres Magelang Kota. Sebab, mereka memasang tanda nomor kendaraan yang tidak sesuai standar...

‘Bung Karno’ Kejutkan Warga

MAGELANG–Ada yang menarik sekaligus menggelitik pada karnaval pembangunan Kota Magelang, Sabtu (26/8) lalu. Beberapa penonton mendadak kasak-kusuk. “Eh itu ada Bung Karno! Mirip ya,”...

Sehari , Diterjang Lima Titik Longsor

UNGARAN – Bencana tanah longsor masih menghantui wilayah Kabupaten Semarang. Kali ini, terjadi di Desa Trayu, Kecamatan Sumowono. Bahkan dalam sehari, desa ini diterjang...

Siapkan Rusunawa di Wates

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komisi C DPRD Kota Magelang mendukung langkah pemkot yang berencana merealisasikan satu rumah susun sewa (Rusunawa) lagi di daerah Wates, Magelang...

No Flare No Problem

KEHADIRAN suporter sebagai pemain ke-12 tim PSIS Semarang memang sangat dibutuhkan di stadion. PSIS punya dua kelompok suporter setia yang selalu memberikan dukungan saat...