Atasi Keruwetan, Siapkan Kantong Parkir

227
RAWAN MACET: Lalu lintas di kawasan Kota Barat yang bakal terdampak proyek overpass, kemarin. (ISWARA BAGUS N/RADAR SOLO)
RAWAN MACET: Lalu lintas di kawasan Kota Barat yang bakal terdampak proyek overpass, kemarin. (ISWARA BAGUS N/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Rencana pembangunan overpass Manahan pada 19 Maret mendatang masih menyisakan masalah. Terutama kebutuhan ruang parkir di sekitar kawasan Kota Barat. Masalah ini dianggap cukup krusial mengingat keberadaan sejumlah sekolah dan tepat usaha di sekitar kawasan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh sejumlah perwakilan masyarakat yang hadir dalam sosialisasi pembangunan overpass Manahan di Kelurahan Manahan, Banjarsari, Jumat kemarin (2/3). Dalam pertemuan tersebut, dinas perhubungan (dishub) sengaja menggandeng pelaksana proyek dari PT Yasa Patria Perkasa, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota So untuk bisa memberikan informasi lengkap kepada masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat sempat membahas soal ketersediaan lahan parkir selama overpass digarap. Masyarakat menginginkan kepastian mana saja wilayah yang nanti boleh digunakan untuk parkir, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Di sini ada banyak pertokoan yang berada di pinggir jalan. Terus nanti bagaimana ketentuan parkirnya, mengingat selama ini di depan toko masih boleh parkir,” jelas salah seorang warga, Antonius dalam pertemuan tersebut.

Peserta pertemuan lain juga menanyakan soal ketentuan parkir khususnya pada jam masuk dan pulang sekolah. Mengingat di kawasan tersebut, sedikitnya ada empat sekolah, seperti SDN 15, SDN 16, SMP Muhammadiyah PK, dan SMPN 25. Di sisi lain, utara proyek overpass, juga ada sejumlah sekolah seperti SMPN 1, SD Kristen Kalam Kudus, dan SD Kristen Manahan.

“Ini harus ada kejelasan di mana lokasi parkir yang bisa dipakai untuk antar jemput anak. Lalu apakah jika tidak boleh masih bisa pakai sistem drop off atau bagaimana?” tanya seorang warga lainnya, Wahono.

Terkait hal tersebut, Kepala Dishub Kota Solo Hari Prihatno mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut, terutama penyediaan kantong-kantong parkir yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Untuk pertokoan yang berada di utara perlintasan sebidang, pihaknya menyarankan agar bisa menggunakam sejumlah titik parkir yang berada di sekitar Manahan atau malah bisa masuk dalam GOR Manahan.

“Untuk pertokoan atau sekolah di kawasan itu bisa masuk ke titik-titik yang disediakan. Nanti fleksibel akan kami pantau terus bagaimana perkembangannya, termasuk di Jalan KS Tubun (Focus Independent School) nanti biar masuk di Manahan saja,” jelas Hari.

Lantas untuk pertokoan dan sekolahan di selatan perlintasan sebidang Manahan, nanti bisa memakai kantung parkir di lapangan voli Kota Barat. Jika tak tertampung seluruhnya masih diperbolehkan untuk parkir off street. Tapi akan dipetakan dulu apakah nanti bisa di dua sisi jalan atau hanya menggunakan satu lajur di satu sisi Jl Moewardi saja.

“Yang jelas, untuk selatan lapangan kota barat masih relatif lebih longgar. Yang tidak boleh itu yang berada di lingkar steril, seperti di sepanjang pagar lokasi proyek. Sebab, lokasi itu memang dipakai untuk lalu lintas. Nah untuk kawasan pertokoan yang tidak punya lahan parkir pribadi harus mau menyesuaikan,” beber Hari.

Soal masalah portal di jalan kampung, sambung Hari, semuanya sudah dikoordinasikan dengan pemangku wilayah masing-masing. Jadi masalah boleh atau tidak menutup jalan lingkungan dengan portal semuanya dibahas di kewilayahan masing-masing. Penutupan hanya disarankan pada jalan kampung yang memang sempit saja.

“Minimal roda dua bisa masuk, roda empat masih bisa dipertimbangkan. Nanti akan kami lengkapi dengan pemasangan rambu pendahulu petunjuk jalan (RPPJ). Hari ini (kemarin) sudah mulain dipasang. Totalnya sekitar 22 RPPJ. Sisanya akan dilakukan Senin besok (5/3),” tutup Hari. (ves/bun/bas)

Silakan beri komentar.