Waspadai Pungli Pedagang di Lokasi Darurat

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz meminta pedagang korban kebakaran Pasar Banjarsari yang menempati lokasi darurat mewaspadai adanya pungutan liar (pungli). Menyusul adanya indikasi oknum tertentu menarik pungli.
Kemarin, wali kota meninjau Pasar Banjarsari yang terbakar dan kondisi pedagang yang berjualan di lokasi darurat, seperti di Jalan Blimbing, Jalan Sultan Agung, Jalan Pati Unus, serta Taman Pati Unus.
“Tinjauan ini sekaligus memastikan tidak ada pungli kepada pedagang yang menempati lapak sementara. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan pungutan liar. Kalau nanti (pungli), akan kami usut,” tegas wali kota saat meninjau lapak darurat, didampingi sejumlah kepala OPD, Jumat (2/3).
Dalam kesempatan tersebut Saelany juga menyempatkan diri berkomunikasi dengan sejumlah pedagang. Sebagian besar pedagang mengeluhkan kesulitan mendapat pelanggan. “Semoga ke depan bisa berjualan seperti sebelumnya, dan kami juga dapat pelanggan lagi,” harap Siti, salah seorang pedagang.
Sementara saat meninjau gedung yang terbakar, rombongan wali kota menjumpai adanya retakan pada tembok-tembok pasar. Ia pun meminta kepada para pedagang yang masih berjualan di sekitar tembok pasar agar lebih berhati-hati.
“Saya mengimbau tadi kepada pedagang, jangan berjualan dekat dengan tembok pasar, takutnya tembok runtuh,” serunya.
Dari pantauan, hanya sebagian pedagang yang berjualan, diantaranya, pedagang sayuran, alat rumah tangga dan kebutuhan pokok. Ada juga beberapa pedagang pakaian. Mereka menjajakan dagangan dari sisa kebakaran yang masih layak dan stok yang tersimpan di rumah, dengan mobil bak terbuka hingga sepeda motor seadanya. (han/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -